Selamat Datang di

Fakultas Sains dan Teknologi

Berita Terkini

Kampus Ambil Peran Membangun Generasi yang Cerdas Memilih Tontonan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Perkembangan platform digital membuat akses masyarakat terhadap film dan berbagai konten audiovisual semakin mudah. Di sisi lain, kondisi tersebut menuntut kemampuan literasi yang lebih baik agar masyarakat mampu memilih tontonan secara bijak.

Menjawab tantangan itu, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersama Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia menggelar program LSF Goes to Campus sebagai upaya memperkuat budaya sensor mandiri di kalangan mahasiswa.

Kegiatan bertajuk "Literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri: Memajukan Budaya Menonton Sesuai Usia" tersebut berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung pada Kamis (9/7/2026).

Program ini merupakan implementasi kerja sama LSF dengan sekitar 60 perguruan tinggi di Indonesia untuk memperluas literasi perfilman di lingkungan akademik.

Ketua Komisi III LSF RI Kuat Prihatin mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilih tontonan sesuai usia.

Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen literasi yang menyebarkan pemahaman tersebut kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya.

"Kampus kami harapkan menjadi pusat edukasi literasi perfilman. Mahasiswa dapat menjadi penyambung pesan kepada masyarakat tentang pentingnya memilih tontonan yang tepat," ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan literasi saat ini tidak hanya berasal dari film, tetapi juga dari derasnya arus konten di media sosial.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menyaring informasi dan konten yang dikonsumsi secara lebih cerdas dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Kaprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UM Bandung Rahmat Alamsyah menilai kolaborasi dengan LSF selaras dengan penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya di bidang sinematografi dan film dakwah.

Menurutnya, kegiatan ini melengkapi pembelajaran di kelas melalui pemahaman mengenai regulasi, etika, dan budaya sensor yang dibutuhkan saat memasuki industri kreatif.

Rahmat menjelaskan bahwa film merupakan perpaduan berbagai disiplin ilmu, mulai dari seni, teknologi, komunikasi, hingga sastra.

Oleh karena itu, film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi memiliki peran sebagai sarana pendidikan, pembentukan karakter, dan penyampaian nilai-nilai kemanusiaan.

"Film tidak hanya menjadi hiburan. Selama mampu mengajak kepada nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan kemanusiaan, film juga dapat menjadi media dakwah," katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa menyikapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) secara bijak. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung proses kreatif, tetapi orisinalitas, etika, dan tanggung jawab harus tetap menjadi fondasi utama dalam menghasilkan karya yang berkualitas.***(FA)

Selengkapnya

Rektor UM Bandung Ajak Mahasiswa Jadi Kreator Sinema Berkarakter Bangsa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Film bukan sekadar hiburan. Di balik setiap adegan dan cerita, tersimpan nilai budaya yang mampu membentuk cara pandang masyarakat. Karena itu, kemampuan memilih dan memaknai tontonan menjadi bagian penting dari literasi yang harus dimiliki setiap orang.

Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto saat membuka kegiatan LSF Goes to Campus bertajuk Literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri: Memajukan Budaya Menonton Sesuai Usia di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Bandung, Kamis (9/7/2026).

Menurut Herry, kualitas budaya suatu bangsa salah satunya dapat dilihat dari film-film yang dihasilkannya. Sinema tidak hanya merekam realitas, tetapi mampu membentuk tren, memengaruhi pola pikir, hingga menjadi wajah budaya suatu negara di mata dunia.

Ia mencontohkan dominasi industri film Hollywood yang telah lama menjadi rujukan global. Di kawasan Asia, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok juga berhasil menghadirkan karya-karya yang diminati penonton internasional sekaligus memperkenalkan identitas budaya masing-masing melalui layar lebar.

Dalam konteks tersebut, Herry menilai budaya sensor mandiri menjadi semakin relevan. Masyarakat, terutama generasi muda, perlu memiliki kemampuan menyaring pesan yang terkandung dalam film dan memilih tontonan yang sesuai dengan usia serta nilai-nilai yang ingin dibangun.

Mahasiswa, lanjutnya, memiliki peran strategis untuk menyebarluaskan pemahaman tersebut kepada masyarakat. Namun, ia berharap peran mahasiswa tidak berhenti sebagai penonton yang kritis, tetapi berkembang menjadi kreator yang mampu menghasilkan film berkualitas dengan mengangkat nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

"Jangan puas hanya menjadi konsumen film. Kalau bisa, kita harus mampu menciptakan film-film yang baik sebagai hasil penerjemahan nilai-nilai budaya bangsa yang tinggi," ujarnya.

Herry juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat kuat untuk diangkat menjadi karya sinema. Nilai moderasi, semangat Bhinneka Tunggal Ika, keramahan masyarakat, hingga keberagaman budaya merupakan modal besar untuk melahirkan film-film yang tidak hanya menghibur, tetapi mampu memperkuat persatuan bangsa.

Sebagai contoh, ia menyebut sejumlah film nasional yang dinilai berhasil menghadirkan pesan inspiratif, seperti "Laskar Pelangi", "Sang Pencerah", hingga film klasik "Bandung Lautan Api." Menurutnya, karya-karya tersebut menunjukkan bahwa film Indonesia mampu menghadirkan hiburan sekaligus menyampaikan nilai perjuangan, pendidikan, dan kebangsaan yang relevan lintas generasi.

Kegiatan LSF Goes to Campus turut menghadirkan Ketua Subkomisi Pemantauan Lembaga Sensor Film (LSF) Erlan Basri. Acara tersebut diikuti dosen dan mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UM Bandung serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat pentingnya membangun budaya menonton yang cerdas melalui penerapan sensor mandiri sebagai bagian dari penguatan literasi media di era digital.***(FA)

Selengkapnya

QAF UM Bandung Hadirkan Ruang Pembinaan yang Relevan bagi Mahasiswa Gen Z

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Himpunan Mahasiswa Quranic Action Forum (QAF) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperkuat perannya sebagai wadah pembinaan mahasiswa melalui audiensi bersama Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPAIK) UM Bandung.

Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (09/07/2026) tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi dalam mengembangkan dakwah kampus yang lebih adaptif, kreatif, dan relevan dengan kehidupan mahasiswa.

Audiensi diterima langsung oleh Ketua LPPAIK Dikdik Lukman, Sekretaris LPPAIK Rovii Husnaini,  Kaprodi Hukum Keluarga Islam sekaligus Pembina QAF Yudi Daryadi, serta Divisi Perkaderan LPPAIK yang juga Instruktur Nasional Supala.

Menjawab Kebutuhan Mahasiswa

Ketua Umum QAF Anggi Ahmad Taupiq menjelaskan bahwa lahirnya QAF berangkat dari kebutuhan mahasiswa akan ruang pembinaan yang lebih dekat dengan karakter generasi muda.

Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi dan berbagai tantangan sosial, mahasiswa membutuhkan komunitas yang mampu menjadi tempat belajar, bertumbuh, sekaligus saling menguatkan.

"QAF didirikan bukan sekadar sebagai organisasi baru, melainkan sebuah solusi konkret untuk menyediakan wadah pembinaan, syiar kreatif, serta gerakan memakmurkan masjid kampus yang relevan dengan jiwa muda Gen Z," ujarnya.

Anggi menambahkan, QAF membawa visi menjadi pelopor dakwah kampus yang menghidupkan nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah melalui pendekatan yang inklusif, inspiratif, dan membangun semangat Rahmatan lil 'Alamin.

LPPAIK Beri Dukungan Penuh

Menanggapi pemaparan program kerja QAF, Dr. Supala menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap keberadaan organisasi tersebut. Ia menilai QAF memiliki peran strategis dalam memperkuat kaderisasi dan pembinaan karakter mahasiswa di lingkungan kampus.

"Kami sangat menyambut baik kehadiran Quranic Action Forum. Ini menjadi angin segar bagi dakwah kampus. LPPAIK siap memberikan bimbingan, pendampingan, dan bersinergi agar gerakan ini berkembang secara berkelanjutan," ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat diperlukan untuk membangun ekosistem kampus yang religius, sehat, dan berkemajuan, sehingga mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan spiritualitas yang kokoh.

Lima Pilar Gerakan

Sebagai arah gerakan, QAF telah menyiapkan lima divisi strategis yang menjadi fondasi berbagai program kerja organisasi.

Divisi Pengembangan Sumber Daya Insani (PSDI) berfokus pada kaderisasi melalui program Akselerasi Kaderisasi (AKAS) dan Quranic Halaqah Rutin (Q-HAR).

Divisi Riset dan Kajian (RISKA) dikembangkan sebagai pusat kajian keislaman yang menghasilkan modul pembelajaran dan artikel ilmiah.

Divisi Dakwah Potensial menghadirkan syiar Islam melalui pendekatan kreatif, seperti literasi, seni, dan forum diskusi Millennial Sharia Forum.

Sementara itu, Divisi Media dan Kreatif (MEDKRAF) bertugas mengembangkan konten dakwah digital yang menarik, edukatif, dan relevan bagi generasi muda.

Adapun Divisi Sosial dan Pemberdayaan menjalankan berbagai aksi nyata, seperti Gerakan Memakmurkan Masjid Kampus (GMMK), Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an (PBHA), hingga kegiatan sosial dan filantropi.

Melalui kolaborasi yang terjalin bersama LPPAIK, QAF berharap dapat menghadirkan gerakan dakwah kampus yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai keislaman, tetapi juga memberi kontribusi nyata dalam membentuk mahasiswa UM Bandung yang berilmu, berkarakter, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.***(FA)

Selengkapnya

Tentang Kami

Sains dan Teknologi yang berkarakter Islamic Technopreneurial.

Menjadi Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung dengan predikat sangat baik dalam pengembangan Sains, Teknologi, dan Entrepreneurial yang berbasis integrasi bidang keilmuan dengan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan

Fakultas Sains dan Teknologi dibarisi oleh tenaga pengajar/ dosen yang profisional, berkompenten tinggi dan berpengalaman Nasional dan Internasional. Sistem penyelengggaraan pendidikan di Fakultas Sains dan Teknologi berlandaskan pada Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengandian Kepada Masyarakat dan Al-Islam – Kemuhammadiyahan yang diselenggarakan secara profisional, transparan dan akuntabel yang menjamin terpeliharanya lingkungan kerja yang islami, sehat, aman, tenang dan damai.

Sambutan Dekan

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Selamat datang di website resmi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung). Website ini kami hadirkan sebagai pintu informasi, komunikasi, dan kolaborasi antara fakultas dengan mahasiswa, dosen, alumni, mitra industri, serta masyarakat luas.

Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung berkomitmen menjadi fakultas yang Unggul, Islami, dan berdaya saing global di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Kami menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan, dengan fokus pada 4 pilar utama (Caturdharma):

  • 1
    Pendidikan Berkualitas

    Kami menghadirkan kurikulum yang adaptif, berbasis riset dan Outcome Based Education (OBE). Didukung dosen yang kompeten, laboratorium handal, serta kerjasama dengan industri dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, kami menyiapkan lulusan yang siap menjawab tantangan kedepan.

  • 2
    Riset dan Inovasi

    Fakultas mendorong civitas akademika untuk menghasilkan karya inovasi, riset, paten, hilirisasi dan komersialisasi, serta solusi teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat. Peta jalan riset dari mulai kecerdasan buatan, bioteknologi, teknologi pangan, teknik industri, teknik elektro, teknik informatika, agribisnis, hingga data sains; kami ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa.

  • 3
    Pengabdian dan Kolaborasi

    Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kami aktif dalam pengabdian masyarakat berdasarkan hasil-hasil riset melalui program berbasis teknologi tepat guna, pemberdayaan UMKM digital, dan literasi sains untuk sekolah. Kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan komunitas menjadi kunci kami.

  • 4
    Internalisasi Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)

    Kami mewujudkan integrasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan pada bidang pendidikan, penelitian/riset, pengabdian kepada masyarakat, serta dalam hal tata kelola fakultas.

Kepada calon mahasiswa, bergabunglah bersama kami untuk menuntut ilmu, berkarya, dan membangun masa depan. Kepada mitra dan alumni, mari terus bersinergi mengembangkan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Kami menyadari bahwa perjalanan menuju fakultas yang unggul membutuhkan dukungan, saran, dan doa dari semua pihak. Semoga website ini bermanfaat dan menjadi jembatan silaturahmi kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Muhammadiyah Bandung

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Sains dan Teknologi

Visi

"Menjadikan Fakultas Sains dan Teknologi yang unggul dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sains, teknologi dan entrepreneurship melalui penguatan kelembagaan dan penyelenggaraan caturdharma yang bermutu tinggi".

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki keunggulan inovasi dan berjiwa entrepreneur.
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan sains dan teknologi, dan seni serta peningkatan
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pendidikan dan pembelajaran, berdasarkan hasil-hasil penelitian.
  4. Menyelenggarakan pembinaan dalam internalisasi dan penguatan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Tujuan

Berdasarkan visi dan misi FST UM Bandung, maka dirumuskanlah tujuan sebagai berikut :

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing global di bidang sains dan teknologi serta entrepreneurial yang berkarakter islami.
  2. Menghasilkan produktifitas penelitian yang berkualitas dan publikasi yang bereputasi di tingkat nasional dan internasional pada bidang sains, teknologi dan entrepreneurial
  3. Mewujudkan tata kelola kelembagaan Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung sebagai lembaga pelayan pendidikan yang berkualitas, terintegrasi, relevan dan transparan.
  4. Memperluas dan meningkatkan serta menghasilkan kerjasama akademika yang memiliki kepedulian terhadap berbagai permasalahan yang berkembang di masyarakat sesuai kearifan lokal dan spiritual.

Penjaminan Mutu

Gugus Penjaminan Mutu (GPM)

Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung berkomitmen untuk mengendalikan, mengevaluasi, dan meningkatkan mutu akademik di tingkat fakultas secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan bermutu tinggi.

Program Studi

Fakultas Sains dan Teknologi (SainTek) adalah salah satu dari 4 (empat) fakultas yang ada di UMBandung, dan Fakultas SainTek mempunyai 6 (enam) Program Studi

Teknik Elektro

Membuka Cakrawala Teknologi Masa Depan Bagi Technopreneur Unggulan Bangsa

Selengkapnya »

Teknik Informatika

Mewujudkan Software Engineer Terbaik Dengan Solusi-Solusi Aplikatif Bagi Indonesia.

Selengkapnya »

Teknik Industri

Menghasilkan Industrial Engineer Yang Fleksibel Dan Dinamis

Selengkapnya »

Teknologi Pangan

Membangun Teknopreneur Halal Yang Profesional, Kompetitif & Mandiri Untuk Ketahanan Pangan Nasional.

Selengkapnya »

Bioteknologi

Bioteknologi Untuk Kemaslahatan Umat

Selengkapnya »

Agribisnis

Membangun Wirausaha Muda Bidang Agribisnis Yang Kompeten, Profesional, Kontributif.

Selengkapnya »