Selamat Datang di

Fakultas Sains dan Teknologi

Berita Terkini

Kuliah Profesi Apoteker di UM Bandung, Bekal Nyata Menuju Dunia Kerja

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Memilih kampus untuk melanjutkan pendidikan profesi menjadi salah satu keputusan penting bagi lulusan Sarjana Farmasi. Yang dicari bukan sekadar tempat kuliah, tetapi lingkungan belajar yang mampu membentuk kompetensi, karakter, sekaligus kesiapan menghadapi dunia kerja sebagai apoteker.

Pertimbangan itulah yang mengantarkan Zakiatun Nufus, lulusan cumlaude Program Studi Farmasi STIK Siti Khadijah Palembang dengan IPK 3,57, memilih Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung.

Bagi perempuan yang pernah menjadi asisten dosen tersebut, pendidikan profesi bukan sekadar mengejar gelar, melainkan bekal untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan siap mengabdi kepada masyarakat.

"Saya melihat dosen-dosen di UM Bandung memiliki latar belakang pendidikan yang sangat baik. Mayoritas merupakan lulusan perguruan tinggi negeri maupun swasta ternama di Indonesia. Itu menjadi salah satu alasan saya yakin kuliah di sini," ungkapnya di sela-sela PKPA di Rumah Sakit Jiwa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (14/07/2026).

Keyakinan itu semakin bertambah setelah mengikuti perkuliahan. Menurut Kia, sapaan akrabnya, proses pembelajaran berlangsung interaktif. Dosen tidak hanya menyampaikan teori, tetapi berbagi pengalaman nyata di lapangan sehingga mahasiswa memiliki gambaran yang lebih utuh tentang tantangan profesi apoteker.

Selain kualitas dosen, fasilitas pembelajaran juga menjadi nilai tambah yang ia rasakan. Laboratorium yang lengkap serta sarana praktik yang terus dikembangkan membuat mahasiswa dapat mengasah keterampilan sejak dini sekaligus membangun rasa percaya diri sebelum terjun ke dunia kerja.

Hal lain yang menurut Zakia membedakan PSPPA UM Bandung adalah penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Baginya, seorang apoteker tidak hanya dituntut menguasai ilmu kefarmasian, tetapi memiliki etika profesi dan tanggung jawab moral dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Menurut saya, itu yang menjadi keunggulan Prodi Apoteker UM Bandung. Kami tidak hanya belajar tentang obat dan pelayanan kefarmasian, tetapi dibekali pemahaman agama yang berkaitan dengan etika profesi. Bekal itu penting karena apoteker nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat," tuturnya.

Persiapan mahasiswa sebelum memasuki dunia praktik pun menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya. Sebelum menjalani PKPA, mahasiswa mendapatkan pembekalan akademik, penguatan materi, hingga simulasi yang membantu mereka lebih siap menghadapi berbagai kondisi di wahana praktik.

Saat ini, Zakia menjalani PKPA di Rumah Sakit Jiwa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Dari Senin hingga Jumat, ia mengikuti berbagai aktivitas pelayanan kefarmasian sejak pagi hingga petang sebagai bagian dari proses pembentukan kompetensi profesional calon apoteker.

Tak hanya itu, persiapan menghadapi Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) juga dilakukan secara bertahap. Dosen akademisi maupun dosen praktisi rutin mengadakan diskusi, pembahasan studi kasus, serta latihan soal sehingga mahasiswa memiliki bekal yang matang sebelum mengikuti ujian.

"Kami tidak dilepas begitu saja. Sebelum menjalani praktik maupun menghadapi UKAI, kami mendapat pembekalan, pendampingan, dan diskusi intensif bersama dosen. Proses itulah yang membuat kami lebih siap dan lebih percaya diri," ujar Zakia.

Menurutnya, peluang karier lulusan profesi apoteker masih sangat luas. Seorang apoteker dapat berkarier di rumah sakit, puskesmas, apotek, industri farmasi, pedagang besar farmasi, dinas kesehatan, hingga BPOM. Bahkan, kesempatan menjadi wirausaha dengan mendirikan apotek sendiri juga terbuka lebar setelah memenuhi ketentuan profesi.

Oleh karena itu, Zakia mengajak para lulusan Sarjana Farmasi yang masih ragu untuk segera melanjutkan pendidikan profesi.

"Kalau ingin berkarier sebagai apoteker, jangan ragu melanjutkan ke pendidikan profesi. Selain menjadi syarat legal untuk bekerja, peluang kariernya juga sangat luas. Bahkan, kita juga punya kesempatan membangun usaha sendiri di bidang farmasi," pesannya.

Bagi gadis asal Palembang yang hobi membaca, menyanyi, dan menonton itu, pengalaman belajar di PSPPA UM Bandung bukan hanya membantunya memperoleh kompetensi akademik,.

Namun, juga membentuk kepercayaan diri, etika, dan kesiapan menjadi apoteker profesional yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Itulah alasan mengapa ia merasa telah menemukan lingkungan belajar yang tepat untuk mengawali perjalanan kariernya sebagai tenaga kesehatan.***

Selengkapnya

Kehadiran Ayah Berpengaruh pada Rasa Aman Anak, Dosen UM Bandung Jelaskan Alasannya

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Rizka Saputri menilai gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah seharusnya tidak dipandang sebagai agenda seremonial tahunan.

Lebih dari itu, gerakan tersebut perlu menjadi pintu masuk untuk membangun budaya pengasuhan yang menempatkan ayah sebagai sosok yang hadir secara utuh dalam tumbuh kembang anak.

Menurut Rizka, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengantar anak ke gerbang sekolah.

Momen tersebut menjadi simbol keterlibatan ayah dalam proses pendidikan sejak usia dini, sekaligus upaya memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Ia mengungkapkan, keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi isu yang penting di Indonesia. Berdasarkan data UNICEF tahun 2021, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam fenomena fatherless.

Oleh karena itu, Gerakan Ayah Mengantar Anak dinilai dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengurangi minimnya keterlibatan ayah dalam kehidupan anak.

"Gerakan ini penting karena bisa menjadi salah satu upaya meminimalisasi fenomena fatherless di Indonesia. Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar, tetapi menunjukkan bahwa ayah juga memiliki peran dalam pendidikan anak," ujarnya, di kampus UM Bandung, pada Senin (13/07/2026).

Rizka menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan dapat berdampak pada perkembangan psikologis anak.

Anak berpotensi mengalami penurunan rasa percaya diri, berkurangnya rasa aman, hingga kesulitan membangun kemampuan sosial saat berinteraksi dengan lingkungan.

Menurutnya, hari pertama sekolah merupakan fase transisi yang tidak mudah bagi anak. Mereka memasuki lingkungan baru, bertemu guru dan teman-teman yang belum dikenal, sehingga membutuhkan dukungan emosional dari kedua orang tuanya, terutama ayah yang kehadirannya sering kali kurang optimal dalam proses pengasuhan.

"Anak kita sedang memasuki lingkungan yang baru. Nah, kehadiran ayah akan membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa aman sehingga anak lebih siap beradaptasi dengan lingkungan sekolah," katanya.

Rizka menegaskan, Gerakan Ayah Mengantar Anak akan memberikan dampak yang lebih besar apabila tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis.

Hal yang dibutuhkan adalah perubahan cara pandang, dari sekadar menjadikan momen ini sebagai seremoni menjadi komitmen jangka panjang dalam pengasuhan.

Menurutnya, keterlibatan ayah seharusnya dimulai sejak masa kehamilan, seperti mendampingi ibu saat pemeriksaan kehamilan, memenuhi kebutuhan ibu, hingga hadir saat proses persalinan.

Peran tersebut kemudian berlanjut ketika anak lahir, mulai dari mendampingi proses pengasuhan, berbagi tanggung jawab merawat anak, hingga aktif mengikuti perjalanan pendidikan anak di sekolah.

"Bukan hanya mengantar di hari pertama sekolah. Ayah juga perlu mengetahui siapa guru anak, mengikuti perkembangan belajarnya, hadir saat pembagian rapor, dan bersama-sama mengevaluasi tumbuh kembang anak," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam keluarga, ayah dan ibu memiliki peran yang saling melengkapi. Oleh karena itu, pengasuhan yang ideal tidak dapat dibebankan hanya kepada ibu, tetapi membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara keduanya.

Rizka berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa pendidikan anak dimulai dari keluarga.

Semakin aktif keterlibatan ayah sejak usia dini, semakin besar pula peluang anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki kemampuan sosial yang baik, dan siap menghadapi berbagai tahapan perkembangan di masa depan.***(FA)

Selengkapnya

UM Bandung Hadirkan Riset Berbasis Bukti demi Masa Depan Pertanian Berkelanjutan

UMBANDUNG.AC.ID, Klaten -- Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan paling mendesak dalam pembangunan pertanian Indonesia.

Menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini mendorong perlunya kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Namun, mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih inovatif, adaptif, dan menarik bagi kaum muda.

Berangkat dari isu tersebut, tim dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung penerima Hibah BIMA Program Penelitian Dosen Pemula (PDP) Tahun 2026 tengah mengembangkan penelitian bertajuk "Evaluasi Kebijakan Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan pada Petani di Eks-Keresidenan Surakarta, Jawa Tengah."

Penelitian ini diarahkan untuk mengukur efektivitas implementasi kebijakan pertanian berkelanjutan sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih responsif terhadap tantangan di lapangan.

Salah satu tahapan penelitian dilakukan melalui diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) bersama Komunitas Petani Muda Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026).

Forum tersebut menjadi ruang bagi para peneliti untuk menggali pengalaman, kebutuhan, dan perspektif petani muda sebagai aktor utama dalam transformasi sektor pertanian.

Diskusi turut melibatkan 25 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumber.

Kehadiran mereka memperkaya proses penelitian melalui pertukaran perspektif akademik sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan solusi berbasis kebutuhan lapangan.

Ketua tim peneliti, Mohammad Hilal Nu'man, mengatakan penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi mengingat keberlanjutan sektor pertanian sangat ditentukan oleh kualitas kebijakan yang mampu menjawab tantangan regenerasi petani.

"Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi terhadap kebijakan sistem budidaya pertanian berkelanjutan yang telah berjalan. Selain itu, hasil penelitian juga dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif, khususnya dalam mendorong keterlibatan generasi muda sebagai aktor utama pembangunan pertanian di masa depan," ujarnya.

Menurut Hilal, hasil kajian awal menunjukkan bahwa persoalan regenerasi petani bukan hanya menjadi tantangan di Jawa Tengah. Namun, dialami berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bandung Raya, Jawa Barat.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa upaya menarik minat generasi muda ke sektor pertanian memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif daripada sekadar program pendampingan.

Ia menilai pembangunan pertanian berkelanjutan perlu didukung oleh kebijakan yang mengintegrasikan teknologi, digitalisasi, kewirausahaan, dan penguatan komunitas.

Pendekatan tersebut dinilai lebih sesuai dengan karakter generasi muda sekaligus mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian di tengah perubahan sosial dan ekonomi.

Sebagai perguruan tinggi yang mengusung visi Islamic Technopreneurial University, UM Bandung memosisikan riset sebagai instrumen strategis dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Melalui kolaborasi multidisiplin, penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan, penguatan ketahanan pangan, serta penyusunan kebijakan yang lebih aplikatif bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Penelitian ini dipimpin oleh Mohammad Hilal Nu'man (Ilmu Hukum) dengan anggota Rikki Maulana Yusup (Administrasi Publik), Abin Suarsa (Manajemen Keuangan Berkelanjutan), dan Eni Kusumawati (Agribisnis). Tim lapangan diperkuat oleh Mety Mediastuti Sofyan (Administrasi Publik) bersama Sukri Ramadhan (Manajemen Industri Pangan/Pertanian).***

Selengkapnya

Tentang Kami

Sains dan Teknologi yang berkarakter Islamic Technopreneurial.

Menjadi Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung dengan predikat sangat baik dalam pengembangan Sains, Teknologi, dan Entrepreneurial yang berbasis integrasi bidang keilmuan dengan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan

Fakultas Sains dan Teknologi dibarisi oleh tenaga pengajar/ dosen yang profisional, berkompenten tinggi dan berpengalaman Nasional dan Internasional. Sistem penyelengggaraan pendidikan di Fakultas Sains dan Teknologi berlandaskan pada Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengandian Kepada Masyarakat dan Al-Islam – Kemuhammadiyahan yang diselenggarakan secara profisional, transparan dan akuntabel yang menjamin terpeliharanya lingkungan kerja yang islami, sehat, aman, tenang dan damai.

Sambutan Dekan

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Selamat datang di website resmi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung). Website ini kami hadirkan sebagai pintu informasi, komunikasi, dan kolaborasi antara fakultas dengan mahasiswa, dosen, alumni, mitra industri, serta masyarakat luas.

Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung berkomitmen menjadi fakultas yang Unggul, Islami, dan berdaya saing global di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Kami menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan, dengan fokus pada 4 pilar utama (Caturdharma):

  • 1
    Pendidikan Berkualitas

    Kami menghadirkan kurikulum yang adaptif, berbasis riset dan Outcome Based Education (OBE). Didukung dosen yang kompeten, laboratorium handal, serta kerjasama dengan industri dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, kami menyiapkan lulusan yang siap menjawab tantangan kedepan.

  • 2
    Riset dan Inovasi

    Fakultas mendorong civitas akademika untuk menghasilkan karya inovasi, riset, paten, hilirisasi dan komersialisasi, serta solusi teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat. Peta jalan riset dari mulai kecerdasan buatan, bioteknologi, teknologi pangan, teknik industri, teknik elektro, teknik informatika, agribisnis, hingga data sains; kami ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa.

  • 3
    Pengabdian dan Kolaborasi

    Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kami aktif dalam pengabdian masyarakat berdasarkan hasil-hasil riset melalui program berbasis teknologi tepat guna, pemberdayaan UMKM digital, dan literasi sains untuk sekolah. Kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan komunitas menjadi kunci kami.

  • 4
    Internalisasi Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)

    Kami mewujudkan integrasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan pada bidang pendidikan, penelitian/riset, pengabdian kepada masyarakat, serta dalam hal tata kelola fakultas.

Kepada calon mahasiswa, bergabunglah bersama kami untuk menuntut ilmu, berkarya, dan membangun masa depan. Kepada mitra dan alumni, mari terus bersinergi mengembangkan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Kami menyadari bahwa perjalanan menuju fakultas yang unggul membutuhkan dukungan, saran, dan doa dari semua pihak. Semoga website ini bermanfaat dan menjadi jembatan silaturahmi kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Muhammadiyah Bandung

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Sains dan Teknologi

Visi

"Menjadikan Fakultas Sains dan Teknologi yang unggul dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sains, teknologi dan entrepreneurship melalui penguatan kelembagaan dan penyelenggaraan caturdharma yang bermutu tinggi".

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki keunggulan inovasi dan berjiwa entrepreneur.
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan sains dan teknologi, dan seni serta peningkatan
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pendidikan dan pembelajaran, berdasarkan hasil-hasil penelitian.
  4. Menyelenggarakan pembinaan dalam internalisasi dan penguatan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Tujuan

Berdasarkan visi dan misi FST UM Bandung, maka dirumuskanlah tujuan sebagai berikut :

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing global di bidang sains dan teknologi serta entrepreneurial yang berkarakter islami.
  2. Menghasilkan produktifitas penelitian yang berkualitas dan publikasi yang bereputasi di tingkat nasional dan internasional pada bidang sains, teknologi dan entrepreneurial
  3. Mewujudkan tata kelola kelembagaan Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung sebagai lembaga pelayan pendidikan yang berkualitas, terintegrasi, relevan dan transparan.
  4. Memperluas dan meningkatkan serta menghasilkan kerjasama akademika yang memiliki kepedulian terhadap berbagai permasalahan yang berkembang di masyarakat sesuai kearifan lokal dan spiritual.

Penjaminan Mutu

Gugus Penjaminan Mutu (GPM)

Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung berkomitmen untuk mengendalikan, mengevaluasi, dan meningkatkan mutu akademik di tingkat fakultas secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan bermutu tinggi.

Program Studi

Fakultas Sains dan Teknologi (SainTek) adalah salah satu dari 4 (empat) fakultas yang ada di UMBandung, dan Fakultas SainTek mempunyai 6 (enam) Program Studi

Teknik Elektro

Membuka Cakrawala Teknologi Masa Depan Bagi Technopreneur Unggulan Bangsa

Selengkapnya »

Teknik Informatika

Mewujudkan Software Engineer Terbaik Dengan Solusi-Solusi Aplikatif Bagi Indonesia.

Selengkapnya »

Teknik Industri

Menghasilkan Industrial Engineer Yang Fleksibel Dan Dinamis

Selengkapnya »

Teknologi Pangan

Membangun Teknopreneur Halal Yang Profesional, Kompetitif & Mandiri Untuk Ketahanan Pangan Nasional.

Selengkapnya »

Bioteknologi

Bioteknologi Untuk Kemaslahatan Umat

Selengkapnya »

Agribisnis

Membangun Wirausaha Muda Bidang Agribisnis Yang Kompeten, Profesional, Kontributif.

Selengkapnya »