Selamat Datang di

Fakultas Sains dan Teknologi

Berita Terkini

UM Bandung Perkuat Tata Kelola Riset Digital untuk Tingkatkan Daya Saing Dosen

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperkuat budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat melalui peluncuran Sistem LPPM dan pengumuman penerima Hibah Internal 2026.

Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi tata kelola penelitian yang tidak hanya berorientasi pada digitalisasi administrasi. Namun, peningkatan kualitas riset, produktivitas dosen, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Program yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bandung tersebut dirancang untuk membangun sistem penelitian yang lebih efektif, transparan, akuntabel, terintegrasi, dan berbasis digital.

Melalui sistem baru ini, seluruh proses penelitian, mulai dari pengajuan proposal hingga pelaporan hasil, dapat dikelola secara lebih terstruktur dan mudah dipantau.

Kepala LPPM UM Bandung, Ijang Faisal, menegaskan bahwa peluncuran sistem tersebut merupakan bagian dari perubahan cara kerja dalam mengelola penelitian, bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru.

"Hari ini kita tidak sekadar meluncurkan sebuah sistem informasi. Kita sedang memulai langkah baru untuk membangun tata kelola penelitian di Universitas Muhammadiyah Bandung yang lebih baik, efektif, transparan, akuntabel, dan terintegrasi," ujarnya.

Menurut Ijang, pengelolaan hibah penelitian selama ini melibatkan tahapan yang panjang, mulai dari pengajuan proposal, seleksi, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, hingga pelaporan dan luaran penelitian.

Oleh karena itu, digitalisasi diharapkan mampu menyederhanakan proses sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola.

"Digitalisasi bukan sekadar memindahkan dokumen dari meja ke layar komputer. Digitalisasi harus mampu mengubah cara kerja menjadi lebih sederhana, tertib, terukur, mudah dipantau, dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Lebih dari itu, Sistem LPPM UM Bandung dirancang mengikuti mekanisme pengajuan hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dengan demikian, sistem ini tidak hanya digunakan untuk mengelola hibah internal, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi dosen agar lebih siap bersaing memperoleh hibah penelitian tingkat nasional.

Oleh karena itu, peluncuran sistem tidak berhenti pada seremoni. Para dosen langsung melakukan simulasi pengajuan proposal menggunakan laptop dan proposal penelitian masing-masing untuk menguji sekaligus memberikan masukan terhadap sistem yang baru dikembangkan.

"Bapak dan Ibu dosen bukan sekadar peserta simulasi, tetapi pengguna pertama yang ikut menguji dan menyempurnakan sistem ini. Sistem yang baik bukanlah sistem yang hanya terlihat canggih, tetapi benar-benar mudah digunakan dan membantu pekerjaan penggunanya," tutur Ijang.

Pada kesempatan yang sama, LPPM juga mengumumkan penerima Hibah Internal 2026 yang telah lolos seleksi administrasi dan penilaian substansi oleh tim reviewer.

Menurut Ijang, hibah tersebut harus dipandang sebagai investasi akademik untuk meningkatkan kapasitas dosen, memperkuat rekam jejak penelitian, membangun kolaborasi, serta menghasilkan karya yang memberi manfaat luas.

"Kita ingin penelitian di UM Bandung terus bergerak dari sekadar terlaksana menjadi berkualitas, dari sekadar menghasilkan laporan menjadi menghasilkan luaran, dan dari sekadar memenuhi kewajiban akademik menjadi memberikan dampak nyata," tegasnya.

Ia berharap penelitian yang didanai mampu menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, inovasi, hak kekayaan intelektual, bahan ajar, rekomendasi kebijakan, hingga solusi konkret bagi berbagai persoalan masyarakat.

Sementara itu, bagi dosen yang belum memperoleh pendanaan, hasil evaluasi reviewer diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas proposal pada periode berikutnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UM Bandung, Ayi Yunus Rusyana, menegaskan bahwa dosen tidak cukup hanya menjalankan tugas mengajar. Namun, harus aktif membangun karier akademik melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

Menurutnya, sistem penelitian yang tertata akan membantu setiap tahapan riset berjalan lebih baik sekaligus mendukung peningkatan jabatan fungsional dosen dan reputasi akademik universitas.

Ayi berharap hibah internal menjadi batu loncatan bagi dosen UM Bandung untuk semakin percaya diri mengikuti kompetisi hibah nasional, khususnya Hibah BIMA Kemendiktisaintek.

Ia juga mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai laporan atau artikel jurnal. Namun, dipublikasikan melalui berbagai media agar dapat diakses masyarakat dan memberi manfaat yang lebih luas.

"Kita ingin lahir penelitian-penelitian yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga menjadi rujukan, diperbincangkan secara luas, memperkuat jejaring kolaborasi, dan meningkatkan daya saing UM Bandung di tingkat nasional," ujarnya.

Melalui peluncuran Sistem LPPM dan Hibah Internal 2026, UM Bandung menegaskan komitmennya membangun ekosistem riset yang unggul, digital, kolaboratif, dan berdampak.

Transformasi ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak penelitian berkualitas sekaligus mempersiapkan dosen agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.***

Selengkapnya

Prodi PAI UM Bandung Dorong Pendidikan Islam Adaptif di Era Global

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Pendidikan Islam di negara dengan populasi muslim minoritas menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah masyarakat yang multikultural dan sistem kenegaraan yang sekuler. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian para akademisi untuk merumuskan model pendidikan Islam yang tetap relevan, inklusif, dan mampu menjawab perkembangan zaman.

Merespons isu tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar seminar internasional bertajuk "Mapping the Future: Memetakan Masa Depan Pendidikan Islam dalam Kerangka Multikultural dan Sekuler di Negeri Minoritas Muslim (Thailand dan Tiongkok)".

Seminar yang berlangsung secara hybrid di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung, Selasa (07/07/2026), menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus upaya merumuskan arah pengembangan pendidikan Islam di tingkat global.

Ketua Prodi PAI UM Bandung Iim Irohim mengatakan, pengalaman pendidikan Islam di Thailand dan Tiongkok memberikan banyak pelajaran mengenai kemampuan lembaga pendidikan Islam untuk bertahan dan berkembang di tengah berbagai keterbatasan.

Menurutnya, kedua negara tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat tetap eksis dengan terus beradaptasi terhadap perubahan sosial, budaya, ataupun kebijakan negara tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keislaman.

Senada dengan itu, Dekan FAI UM Bandung Afif Muhammad menilai kurikulum pendidikan Islam harus mampu hadir dan berkontribusi di ruang publik yang semakin beragam.

Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu membangun pendekatan yang terbuka, moderat, dan mampu berdialog dengan masyarakat multikultural.

Sementara itu, Wakil Rektor I UM Bandung Ayi Yunus Rusyana menyampaikan dukungan penuh universitas terhadap pengembangan kajian-kajian internasional yang membahas isu strategis umat Islam di berbagai belahan dunia.

Ia juga mendorong Prodi PAI UM Bandung agar tidak berhenti pada penyelenggaraan seminar internasional, tetapi mampu menginisiasi konferensi internasional dengan menghadirkan akademisi dan pakar dari berbagai negara.

Pada sesi utama, seminar menghadirkan Muhammad Aziz, Penasihat sekaligus Ketua PCIM Tiongkok periode 2019–2022, yang mengangkat tema "Pendidikan Islam dan Dinamika Kehidupan Muslim di Tiongkok: Tantangan, Peluang, dan Masa Depan".

Ia menjelaskan bagaimana lembaga pendidikan Islam di Tiongkok beradaptasi dengan regulasi negara yang ketat. Sekaligus memanfaatkan kemajuan teknologi digital sebagai sarana memperluas dakwah dan literasi Islam.

Perspektif lain disampaikan Preecha Roengsamut, Vice Director Sangkhom Islam Wittaya School, Thailand, melalui materi "Transformasi Pendidikan Islam di Thailand dalam Masyarakat Multikultural".

Ia memaparkan bahwa sekolah-sekolah Islam di Thailand Selatan berhasil mengintegrasikan kurikulum nasional dengan nilai-nilai Islam dan budaya lokal sehingga mampu mencetak generasi muslim yang kompetitif sekaligus inklusif di tengah masyarakat mayoritas Buddha.

Sebagai pembicara penutup, dosen PAI UM Bandung Supala mengulas konsep Islam Berkemajuan dalam konteks masyarakat muslim minoritas. Menurutnya, pendidikan Islam tidak boleh bersifat eksklusif.

Namun, harus menjadi ruang dialog yang menghadirkan nilai-nilai rahmatan lil 'alamin serta memberikan solusi atas berbagai persoalan kemanusiaan universal.

Seminar yang diikuti 425 peserta dari kalangan dosen, peneliti, praktisi pendidikan, dan mahasiswa tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai strategi pengembangan pendidikan Islam di negara minoritas muslim.

Melalui forum ini, Prodi PAI FAI UM Bandung berharap lahir rekomendasi akademik yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Sekaligus memperkuat posisi UM Bandung sebagai pusat kajian pendidikan Islam yang adaptif terhadap dinamika global.***(FA)

Selengkapnya

Kuliah di Bioteknologi UM Bandung, Mahasiswa Tak Hanya Belajar, Tapi Menciptakan Inovasi

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Menjadi mahasiswa Bioteknologi tidak hanya belajar teori di ruang kelas atau praktikum di laboratorium. Di Prodi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan ide, melakukan riset, hingga membangun inovasi yang menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin melalui Biotechnology of Champions, sebuah kompetisi akademik yang dirancang sebagai ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun gagasan ilmiah, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi riset dan kewirausahaan tingkat nasional.

Melalui kegiatan bertema Unlocking Potential Through Competition and Research Innovation itu, mahasiswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga berlatih mengembangkan solusi berbasis ilmu bioteknologi terhadap berbagai isu aktual, seperti pengembangan pangan fungsional, teknologi ramah lingkungan, inovasi kesehatan, hingga pengembangan obat.

Ketua Pelaksana Biotechnology of Champions Mela Komalasari mengatakan, kompetisi tersebut merupakan program unggulan Bidang Riset dan Pengembangan Himpunan Mahasiswa Bioteknologi (Himabit) yang menjadi bagian dari upaya membangun budaya riset sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan pola pikir kritis mahasiswa, mengasah kemampuan memecahkan masalah, dan menumbuhkan minat yang kuat terhadap dunia riset di bidang bioteknologi," ujarnya.

Menurut Mela, pengalaman belajar di Bioteknologi tidak berhenti pada penguasaan materi perkuliahan. Mahasiswa juga dibiasakan mengembangkan ide menjadi proposal ilmiah, menyusun solusi berbasis riset, hingga mengenal proses kompetisi yang banyak diikuti mahasiswa di tingkat nasional.

Karena itu, Biotechnology of Champions menghadirkan simulasi penyusunan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Simulasi tersebut memberi pengalaman awal bagi mahasiswa sebelum mengikuti kompetisi yang sesungguhnya.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun karya ilmiah. Namun, melatih kemampuan bekerja dalam tim, berpikir sistematis, serta menawarkan solusi yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.

"Kami berharap pengalaman dari kegiatan ini mampu meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam ajang PKM dan P2MW, sehingga ide-ide inovatif yang lahir di kampus dapat berkembang menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Mela.

Sementara itu, Ketua Prodi Bioteknologi UM Bandung Wulan Pertiwi menilai budaya kompetisi menjadi salah satu cara efektif membangun ekosistem akademik yang sehat sekaligus memperkuat kualitas lulusan.

Menurutnya, mahasiswa membutuhkan ruang untuk menguji kemampuan, memperluas wawasan, serta membiasakan diri menghadapi tantangan riset dan inovasi sejak dini.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengasah kompetensi, wawasan, dan semangat kompetitif mahasiswa di bidang bioteknologi, sekaligus menjadi wadah untuk menumbuhkan jiwa juara yang kelak bermanfaat bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Ia menambahkan, pembelajaran di Prodi Bioteknologi UM Bandung dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep-konsep bioteknologi. Namun, mampu menerapkannya dalam bentuk riset, inovasi, maupun pengembangan produk yang memiliki manfaat nyata.

Melalui berbagai kegiatan akademik, riset, organisasi kemahasiswaan, hingga kompetisi, mahasiswa didorong membangun portofolio sejak kuliah. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan siap melanjutkan studi, berkarier di industri, menjadi peneliti, ataupun mengembangkan usaha berbasis inovasi bioteknologi.

Bagi calon mahasiswa yang ingin belajar di lingkungan yang mendorong lahirnya inovasi, budaya riset, dan pengalaman akademik yang aplikatif, Prodi Bioteknologi UM Bandung menghadirkan ruang untuk bertumbuh sekaligus mengembangkan potensi menjadi solusi bagi masyarakat.***(FK/HMA)

Selengkapnya

Tentang Kami

Sains dan Teknologi yang berkarakter Islamic Technopreneurial.

Menjadi Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung dengan predikat sangat baik dalam pengembangan Sains, Teknologi, dan Entrepreneurial yang berbasis integrasi bidang keilmuan dengan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan

Fakultas Sains dan Teknologi dibarisi oleh tenaga pengajar/ dosen yang profisional, berkompenten tinggi dan berpengalaman Nasional dan Internasional. Sistem penyelengggaraan pendidikan di Fakultas Sains dan Teknologi berlandaskan pada Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengandian Kepada Masyarakat dan Al-Islam – Kemuhammadiyahan yang diselenggarakan secara profisional, transparan dan akuntabel yang menjamin terpeliharanya lingkungan kerja yang islami, sehat, aman, tenang dan damai.

Sambutan Dekan

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Selamat datang di website resmi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung). Website ini kami hadirkan sebagai pintu informasi, komunikasi, dan kolaborasi antara fakultas dengan mahasiswa, dosen, alumni, mitra industri, serta masyarakat luas.

Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung berkomitmen menjadi fakultas yang Unggul, Islami, dan berdaya saing global di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Kami menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan, dengan fokus pada 4 pilar utama (Caturdharma):

  • 1
    Pendidikan Berkualitas

    Kami menghadirkan kurikulum yang adaptif, berbasis riset dan Outcome Based Education (OBE). Didukung dosen yang kompeten, laboratorium handal, serta kerjasama dengan industri dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, kami menyiapkan lulusan yang siap menjawab tantangan kedepan.

  • 2
    Riset dan Inovasi

    Fakultas mendorong civitas akademika untuk menghasilkan karya inovasi, riset, paten, hilirisasi dan komersialisasi, serta solusi teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat. Peta jalan riset dari mulai kecerdasan buatan, bioteknologi, teknologi pangan, teknik industri, teknik elektro, teknik informatika, agribisnis, hingga data sains; kami ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa.

  • 3
    Pengabdian dan Kolaborasi

    Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kami aktif dalam pengabdian masyarakat berdasarkan hasil-hasil riset melalui program berbasis teknologi tepat guna, pemberdayaan UMKM digital, dan literasi sains untuk sekolah. Kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan komunitas menjadi kunci kami.

  • 4
    Internalisasi Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)

    Kami mewujudkan integrasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan pada bidang pendidikan, penelitian/riset, pengabdian kepada masyarakat, serta dalam hal tata kelola fakultas.

Kepada calon mahasiswa, bergabunglah bersama kami untuk menuntut ilmu, berkarya, dan membangun masa depan. Kepada mitra dan alumni, mari terus bersinergi mengembangkan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Kami menyadari bahwa perjalanan menuju fakultas yang unggul membutuhkan dukungan, saran, dan doa dari semua pihak. Semoga website ini bermanfaat dan menjadi jembatan silaturahmi kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Muhammadiyah Bandung

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Sains dan Teknologi

Visi

"Menjadikan Fakultas Sains dan Teknologi yang unggul dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sains, teknologi dan entrepreneurship melalui penguatan kelembagaan dan penyelenggaraan caturdharma yang bermutu tinggi".

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki keunggulan inovasi dan berjiwa entrepreneur.
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan sains dan teknologi, dan seni serta peningkatan
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pendidikan dan pembelajaran, berdasarkan hasil-hasil penelitian.
  4. Menyelenggarakan pembinaan dalam internalisasi dan penguatan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Tujuan

Berdasarkan visi dan misi FST UM Bandung, maka dirumuskanlah tujuan sebagai berikut :

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing global di bidang sains dan teknologi serta entrepreneurial yang berkarakter islami.
  2. Menghasilkan produktifitas penelitian yang berkualitas dan publikasi yang bereputasi di tingkat nasional dan internasional pada bidang sains, teknologi dan entrepreneurial
  3. Mewujudkan tata kelola kelembagaan Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung sebagai lembaga pelayan pendidikan yang berkualitas, terintegrasi, relevan dan transparan.
  4. Memperluas dan meningkatkan serta menghasilkan kerjasama akademika yang memiliki kepedulian terhadap berbagai permasalahan yang berkembang di masyarakat sesuai kearifan lokal dan spiritual.

Penjaminan Mutu

Gugus Penjaminan Mutu (GPM)

Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung berkomitmen untuk mengendalikan, mengevaluasi, dan meningkatkan mutu akademik di tingkat fakultas secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan bermutu tinggi.

Program Studi

Fakultas Sains dan Teknologi (SainTek) adalah salah satu dari 4 (empat) fakultas yang ada di UMBandung, dan Fakultas SainTek mempunyai 6 (enam) Program Studi

Teknik Elektro

Membuka Cakrawala Teknologi Masa Depan Bagi Technopreneur Unggulan Bangsa

Selengkapnya »

Teknik Informatika

Mewujudkan Software Engineer Terbaik Dengan Solusi-Solusi Aplikatif Bagi Indonesia.

Selengkapnya »

Teknik Industri

Menghasilkan Industrial Engineer Yang Fleksibel Dan Dinamis

Selengkapnya »

Teknologi Pangan

Membangun Teknopreneur Halal Yang Profesional, Kompetitif & Mandiri Untuk Ketahanan Pangan Nasional.

Selengkapnya »

Bioteknologi

Bioteknologi Untuk Kemaslahatan Umat

Selengkapnya »

Agribisnis

Membangun Wirausaha Muda Bidang Agribisnis Yang Kompeten, Profesional, Kontributif.

Selengkapnya »