UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar Job Fair 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Lantai 3 Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Bandung, Sabtu (27/06/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-10 UM Bandung ini menghadirkan puluhan perusahaan dari berbagai sektor industri untuk membuka peluang kerja bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum.
Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengatakan, job fair tidak hanya menjadi ajang rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengenal lebih dekat kebutuhan dunia kerja sekaligus memahami kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.
"Job fair ini menjadi momentum yang sangat baik agar para mahasiswa semakin dekat dengan dunia industri. Di sisi lain, masyarakat juga memperoleh akses yang lebih luas terhadap informasi lowongan pekerjaan yang tersedia," ujarnya.
Menurut Herry, penyelenggaraan job fair juga menjadi indikator sejauh mana proses pembelajaran di perguruan tinggi mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
Oleh karena itu, UM Bandung terus berkomitmen menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan sesuai bidangnya.
Namun, memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan siap bersaing di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.
"Lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi bagian dari solusi di berbagai sektor. Oleh karena itu, kompetensi yang kuat dan fondasi akademik yang kokoh menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan dunia kerja," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka mengapresiasi penyelenggaraan Job Fair UM Bandung sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka pengangguran.
Menurutnya, dengan jumlah angkatan kerja di Jawa Barat yang mencapai sekitar 30 juta orang, persoalan ketenagakerjaan memerlukan kolaborasi semua pihak, termasuk perguruan tinggi dan dunia industri.
Ia menilai penguatan pendidikan vokasi, sertifikasi, dan program link and match menjadi langkah penting untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
"Kami berharap komunikasi antara UM Bandung dengan berbagai perusahaan semakin intens sehingga semakin banyak peluang kerja yang dapat diakses para lulusan. Semoga UM Bandung terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat," pungkasnya.









