Selamat Datang di

Fakultas Sains dan Teknologi

Berita Terkini

Melalui Pentas Seni, TK Labschool UM Bandung Dorong Anak Tampil Percaya Diri

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- TK Labschool UM Bandung menggelar Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Tahun Ajaran 2025–2026 bertema Give Every Child The Best Start di Lantai 2 Gedung Universitas Muhammadiyah Bandung, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh keceriaan dengan dihadiri para orang tua yang mendampingi putra-putri mereka. Acara ini menjadi momen istimewa bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. 

Beragam penampilan seni, mulai dari tarian, hafalan doa, hingga kreasi lainnya, berhasil menciptakan suasana haru sekaligus membanggakan bagi guru dan orang tua.

Kepala TK Labschool UM Bandung Rizka Saputri menyampaikan rasa syukur atas selesainya proses pendidikan para siswa di tingkat taman kanak-kanak. Ia berharap seluruh siswa tetap semangat belajar dan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Alhamdulillah, tidak terasa sudah berada di penghujung tahun ajaran. Semoga ananda semua terus belajar dan melanjutkan pendidikan dengan penuh semangat,” ujarnya.

Menurut Rizka, TK Labschool UM Bandung berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik melalui berbagai pendekatan pembelajaran, salah satunya metode berbasis cerita dan dongeng.

Metode ini dinilai efektif untuk merangsang daya pikir, imajinasi, kemampuan berbahasa, sekaligus membangun karakter positif anak sejak usia dini.

“Melalui cerita dan dongeng, anak-anak belajar memahami nilai-nilai kehidupan, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis sesuai tahap perkembangannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pentas seni merupakan bagian penting dalam pendidikan anak usia dini karena dapat menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian tampil di depan umum, kemampuan bekerja sama, dan kreativitas anak.

“Yang terpenting, anak-anak dapat menikmati prosesnya dengan gembira. Pentas seni ini menjadi ruang bagi mereka untuk tumbuh, belajar, dan menunjukkan potensi terbaik,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan orang tua siswa, Nudia Audina, yang mengucapkan terima kasih atas pelayanan pendidikan yang diberikan selama ini. Ia berharap TK Labschool UM Bandung terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, nyaman, dan ramah anak.

Sementara itu, salah seorang orang tua siswa lainnya, Andi Iskandar, mengaku bangga dan terharu menyaksikan penampilan anak-anak di atas panggung. 

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan keberhasilan sekolah dalam membangun karakter, keberanian, dan kreativitas anak sejak usia dini.

“Bukan hanya lucu melihat mereka tampil di panggung, tetapi terlihat bagaimana anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berani, dan kreatif,” ungkapnya.

Melalui pentas seni dan pelepasan siswa ini, TK Labschool UM Bandung kembali menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik.

Namun, pada pengembangan karakter, kreativitas, komunikasi, dan kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.***

Selengkapnya

Delegasi UM Bandung Ikut Rumuskan Policy Brief Ketenagakerjaan Jawa Barat

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung yang tergabung dalam Hima Administrasi Publik turut berperan aktif dalam kegiatan Public Symposium yang digelar Student Consortium of Public Administration (SCPA).

Kegiatan ini mengangkat tema “Jabar Siap Kerja: Sinkronisasi Kebijakan Pemerintah dan Strategi Industri dalam Mengoptimalkan Potensi Tenaga Kerja di Jawa Barat” di Balai Kota Bandung dan berlangsung pada 20 Juni 2026.

Dalam forum tersebut, mahasiswa UM Bandung bersama delegasi dari Unpad, Universitas Al-Ghifari, Unpas, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak hanya hadir sebagai peserta. Namun, terlibat sebagai panitia serta bagian dari perumus gagasan dalam diskusi kebijakan ketenagakerjaan.

SCPA sendiri merupakan wadah kolaborasi mahasiswa Administrasi Publik lintas perguruan tinggi yang bertujuan memperkuat kerja sama akademik dalam merespons isu-isu strategis tata kelola publik. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis kajian akademik.

Pada sesi utama, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard memaparkan tantangan ketenagakerjaan Indonesia dan Jawa Barat, termasuk kebutuhan future jobs, serta pentingnya penguatan SDM melalui pendidikan vokasi, keterampilan digital, dan green skills.

Usai sesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan delegasi mahasiswa, termasuk dari UM Bandung, untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas tenaga kerja serta penguatan sinergi antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan.

Dalam FGD, mahasiswa UM Bandung bersama peserta lain aktif menyampaikan gagasan terkait penguatan ekosistem ketenagakerjaan, kesenjangan investasi dan serapan tenaga kerja, hingga strategi peningkatan kompetensi SDM di Jawa Barat.

Hasil diskusi kemudian dihimpun menjadi policy brief yang akan disampaikan kepada pemangku kebijakan sebagai bentuk kontribusi akademik mahasiswa UM Bandung dan kampus lainnya terhadap pembangunan daerah.

Melalui keterlibatan aktif tersebut, mahasiswa UM Bandung menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung lahirnya kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap tantangan masa depan.***

Foto: Istimewa

Selengkapnya

Al-Qur’an Jadi Rujukan Utama Pembelajaran Bahasa Arab, Ini Penjelasan Buya Cecep

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Penguasaan bahasa Arab tidak cukup hanya mengandalkan hafalan kosakata dan pemahaman tata bahasa. Dibutuhkan lingkungan yang mendukung agar peserta didik terbiasa mendengar, memahami, dan menggunakan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan FAI UM Bandung Cecep Taufikurrohman saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional bertajuk “Pembelajaran Bahasa Arab Berkemajuan di Pesantren Muhammadiyah” yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan FAI UM Bandung dan Uhamka pada Sabtu lalu.

Dalam forum tersebut, Buya Cecep—sapaan akrabnya—mengajak para pendidik dan pengelola pesantren untuk membangun bi’ah lughawiyah atau lingkungan berbahasa Arab yang hidup, aktif, dan berkelanjutan sebagai fondasi utama keberhasilan pembelajaran bahasa Arab.

Menurutnya, kemampuan berbicara dalam bahasa Arab tidak muncul secara instan. Keterampilan tersebut tumbuh melalui proses mendengar bahasa yang benar secara terus-menerus hingga akhirnya mampu dipahami dan digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

“Berbicara yang baik berawal dari mendengar yang baik. Oleh karena itu, santri perlu dibiasakan mendengar bahasa Arab yang benar sebelum mereka mampu menggunakannya secara aktif,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Buya Cecep memperkenalkan metode istami’ wa takallam, yaitu pendekatan pembelajaran yang menekankan keterampilan menyimak (istima’) dan berbicara (kalam). Metode ini dilakukan melalui tahapan mendengar, memahami, menirukan, lalu berbicara.

Melalui pendekatan tersebut, santri tidak hanya mempelajari teori bahasa Arab, tetapi juga terbiasa menggunakannya dalam berbagai situasi komunikasi. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih alami dan aplikatif.

Dosen lulusan Universitas Al-Azhar Mesir itu juga menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan model bahasa Arab terbaik yang dapat dijadikan rujukan dalam pembelajaran. Oleh sebab itu, penguasaan makharijul huruf dan pelafalan yang benar harus menjadi perhatian utama sebelum peserta didik mempelajari keterampilan bahasa yang lebih kompleks.

“Jika pengucapan huruf dan kosakata sudah benar, maka proses menirukan dan berbicara akan berkembang lebih mudah,” jelasnya.

Untuk menciptakan lingkungan bahasa yang efektif, Buya Cecep menilai guru harus menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Arab. Guru dapat memulai dengan menggunakan ungkapan dan kalimat sederhana dalam aktivitas sehari-hari, baik di dalam kelas maupun di lingkungan pesantren.

Selain peran guru, lingkungan belajar juga perlu diperkaya dengan berbagai unsur berbahasa Arab, seperti label nama benda, poster kosakata, ungkapan harian, hingga jadwal kegiatan yang ditulis dalam bahasa Arab. Upaya tersebut memungkinkan santri terus berinteraksi dengan bahasa Arab meskipun tidak sedang mengikuti pembelajaran formal.

Buya Cecep juga mendorong pemanfaatan berbagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Audio, video, gambar, kartu kosakata (flash card), hingga kegiatan bermain peran (role play) dinilai mampu membantu santri memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan menyimak, sekaligus menumbuhkan keberanian berbicara.

Menurutnya, kesempatan praktik harus diberikan seluas-luasnya kepada santri. Kegiatan seperti percakapan berpasangan, tanya jawab, presentasi singkat, diskusi kelompok, hingga simulasi percakapan dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.

“Semakin sering santri menggunakan bahasa Arab, semakin cepat pula keterampilan berbicaranya berkembang,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan. Guru diharapkan memberikan apresiasi terhadap usaha santri, menghindari kritik yang berlebihan, serta membangun kepercayaan diri mereka untuk terus berlatih.

“Santri tidak boleh takut salah. Justru dari proses mencoba, berlatih, dan memperbaiki kesalahan itulah kemampuan bahasa akan tumbuh,” tuturnya.

Di era digital, Buya Cecep melihat teknologi sebagai peluang besar untuk memperkuat pembelajaran bahasa Arab. Berbagai platform seperti video edukatif, podcast, aplikasi percakapan, hingga rekaman suara dapat dimanfaatkan untuk melatih kemampuan menyimak dan berbicara secara lebih fleksibel.

Melalui penerapan metode istami’ wa takallam yang didukung lingkungan bahasa yang kondusif, ia berharap pesantren Muhammadiyah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memahami teori bahasa Arab, tetapi juga mampu menggunakannya secara aktif, percaya diri, dan komunikatif.

“Pembelajaran bahasa Arab yang berkemajuan harus menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan santri,” pungkasnya.***(FA)

Selengkapnya

Tentang Kami

Sains dan Teknologi yang berkarakter Islamic Technopreneurial.

Menjadi Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung dengan predikat sangat baik dalam pengembangan Sains, Teknologi, dan Entrepreneurial yang berbasis integrasi bidang keilmuan dengan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan

Fakultas Sains dan Teknologi dibarisi oleh tenaga pengajar/ dosen yang profisional, berkompenten tinggi dan berpengalaman Nasional dan Internasional. Sistem penyelengggaraan pendidikan di Fakultas Sains dan Teknologi berlandaskan pada Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengandian Kepada Masyarakat dan Al-Islam – Kemuhammadiyahan yang diselenggarakan secara profisional, transparan dan akuntabel yang menjamin terpeliharanya lingkungan kerja yang islami, sehat, aman, tenang dan damai.

Sambutan Dekan

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Selamat datang di website resmi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung). Website ini kami hadirkan sebagai pintu informasi, komunikasi, dan kolaborasi antara fakultas dengan mahasiswa, dosen, alumni, mitra industri, serta masyarakat luas.

Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung berkomitmen menjadi fakultas yang Unggul, Islami, dan berdaya saing global di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Kami menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan, dengan fokus pada 4 pilar utama (Caturdharma):

  • 1
    Pendidikan Berkualitas

    Kami menghadirkan kurikulum yang adaptif, berbasis riset dan Outcome Based Education (OBE). Didukung dosen yang kompeten, laboratorium handal, serta kerjasama dengan industri dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, kami menyiapkan lulusan yang siap menjawab tantangan kedepan.

  • 2
    Riset dan Inovasi

    Fakultas mendorong civitas akademika untuk menghasilkan karya inovasi, riset, paten, hilirisasi dan komersialisasi, serta solusi teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat. Peta jalan riset dari mulai kecerdasan buatan, bioteknologi, teknologi pangan, teknik industri, teknik elektro, teknik informatika, agribisnis, hingga data sains; kami ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa.

  • 3
    Pengabdian dan Kolaborasi

    Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kami aktif dalam pengabdian masyarakat berdasarkan hasil-hasil riset melalui program berbasis teknologi tepat guna, pemberdayaan UMKM digital, dan literasi sains untuk sekolah. Kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan komunitas menjadi kunci kami.

  • 4
    Internalisasi Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)

    Kami mewujudkan integrasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan pada bidang pendidikan, penelitian/riset, pengabdian kepada masyarakat, serta dalam hal tata kelola fakultas.

Kepada calon mahasiswa, bergabunglah bersama kami untuk menuntut ilmu, berkarya, dan membangun masa depan. Kepada mitra dan alumni, mari terus bersinergi mengembangkan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Kami menyadari bahwa perjalanan menuju fakultas yang unggul membutuhkan dukungan, saran, dan doa dari semua pihak. Semoga website ini bermanfaat dan menjadi jembatan silaturahmi kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Muhammadiyah Bandung

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Sains dan Teknologi

Visi

"Menjadikan Fakultas Sains dan Teknologi yang unggul dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sains, teknologi dan entrepreneurship melalui penguatan kelembagaan dan penyelenggaraan caturdharma yang bermutu tinggi".

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki keunggulan inovasi dan berjiwa entrepreneur.
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan sains dan teknologi, dan seni serta peningkatan
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pendidikan dan pembelajaran, berdasarkan hasil-hasil penelitian.
  4. Menyelenggarakan pembinaan dalam internalisasi dan penguatan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Tujuan

Berdasarkan visi dan misi FST UM Bandung, maka dirumuskanlah tujuan sebagai berikut :

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing global di bidang sains dan teknologi serta entrepreneurial yang berkarakter islami.
  2. Menghasilkan produktifitas penelitian yang berkualitas dan publikasi yang bereputasi di tingkat nasional dan internasional pada bidang sains, teknologi dan entrepreneurial
  3. Mewujudkan tata kelola kelembagaan Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung sebagai lembaga pelayan pendidikan yang berkualitas, terintegrasi, relevan dan transparan.
  4. Memperluas dan meningkatkan serta menghasilkan kerjasama akademika yang memiliki kepedulian terhadap berbagai permasalahan yang berkembang di masyarakat sesuai kearifan lokal dan spiritual.

Penjaminan Mutu

Gugus Penjaminan Mutu (GPM)

Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung berkomitmen untuk mengendalikan, mengevaluasi, dan meningkatkan mutu akademik di tingkat fakultas secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan bermutu tinggi.

Program Studi

Fakultas Sains dan Teknologi (SainTek) adalah salah satu dari 4 (empat) fakultas yang ada di UMBandung, dan Fakultas SainTek mempunyai 6 (enam) Program Studi

Teknik Elektro

Membuka Cakrawala Teknologi Masa Depan Bagi Technopreneur Unggulan Bangsa

Selengkapnya »

Teknik Informatika

Mewujudkan Software Engineer Terbaik Dengan Solusi-Solusi Aplikatif Bagi Indonesia.

Selengkapnya »

Teknik Industri

Menghasilkan Industrial Engineer Yang Fleksibel Dan Dinamis

Selengkapnya »

Teknologi Pangan

Membangun Teknopreneur Halal Yang Profesional, Kompetitif & Mandiri Untuk Ketahanan Pangan Nasional.

Selengkapnya »

Bioteknologi

Bioteknologi Untuk Kemaslahatan Umat

Selengkapnya »

Agribisnis

Membangun Wirausaha Muda Bidang Agribisnis Yang Kompeten, Profesional, Kontributif.

Selengkapnya »