Selamat Datang di

Fakultas Sains dan Teknologi

Berita Terkini

Pakai AI untuk Riset, Ini Tips Agar Mahasiswa Tak Kehilangan Nalar

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan mahasiswa untuk mencari ide, menyusun tulisan, hingga membantu proses penelitian. Namun, AI sebaiknya tidak diposisikan sebagai pengganti peneliti.

Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad Dr Ira Mirawati MSi mengatakan, mahasiswa dapat memanfaatkan AI sebagai partner diskusi untuk membantu membuka kebuntuan dalam penelitian, bukan menyerahkan seluruh proses berpikir kepada teknologi.

“Jadikan AI sebagai partner diskusi yang membukakan jalan buntu, memperbaiki struktur berpikir, dan mempercepat teknis penulisan agar kita bisa fokus pada esensi inovasi ide kita,” kata Ira dalam Workshop Riset di Era AI bertajuk “Strategi Riset dan Etika Akademik bagi Mahasiswa PTKI” di Universitas Muhammadiyah Bandung pada Kamis (20/8/2026).

Menurut Ira, salah satu manfaat AI bagi mahasiswa adalah membantu menemukan dan memetakan gagasan ketika mereka belum tahu harus memulai penelitian dari mana.

“Adanya AI untuk mahasiswa berarti tidak ada lagi stuck, bingung mau melakukan apa,” ujarnya.

Meski demikian, mahasiswa tetap harus menentukan sendiri substansi penelitian. AI dapat membantu menemukan ide dan menyusun jalur berpikir, tetapi keputusan mengenai masalah, argumentasi, data, dan arah penelitian tetap menjadi tanggung jawab peneliti.

Jangan Minta AI Menulis Semua

Ira mengingatkan mahasiswa untuk tidak menggunakan AI secara instan dengan meminta teknologi tersebut membuat seluruh proposal penelitian dalam satu perintah.

“Kesalahan terbesar pemula adalah meminta AI menulis seluruh proposal dalam satu kali prompt atau perintah,” tuturnya.

Sebaliknya, penggunaan AI sebaiknya dilakukan secara bertahap dan iteratif. Mahasiswa dapat memulai dari satu bagian penelitian, kemudian mengembangkan dan mengevaluasinya sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya.

Kerangka penelitian juga dapat dibangun secara bertahap, mulai dari latar belakang, rumusan masalah, tinjauan pustaka, hingga metodologi penelitian.

Menurut Ira, mahasiswa juga perlu memberikan instruksi yang jelas kepada AI. Data statistik dan informasi yang digunakan pun harus berasal dari sumber yang benar agar AI tidak menghasilkan jawaban yang keluar dari konteks penelitian.

Dengan pola tersebut, AI bukan hanya dipakai untuk menghasilkan teks, tetapi juga untuk menguji gagasan, menemukan kelemahan argumentasi, memperbaiki struktur berpikir, dan mempercepat pekerjaan teknis.

Tetap Cek Hasil AI

Tahap paling penting, kata Ira, justru dilakukan setelah AI memberikan hasil. Mahasiswa tidak boleh langsung menganggap jawaban AI sebagai fakta.

Setiap informasi perlu diperiksa kembali untuk mengantisipasi halusinasi AI, terutama ketika menyangkut data, referensi, nama penulis, teori, maupun klaim akademik.

Mahasiswa juga perlu memastikan tulisan akhir tetap mencerminkan pemikiran dan gaya bahasa mereka sendiri serta melakukan pemeriksaan plagiarisme.

“AI adalah alat atau tool, bukan penulis pengganti atau author. Oleh karena itu, setiap argumen, data, dan klaim di dalam proposal adalah seratus persen tanggung jawab kita,” tegas Ira.

Ira juga menilai perguruan tinggi perlu mulai memiliki kebijakan yang jelas mengenai penggunaan AI. Menurutnya, larangan semata tidak cukup karena teknologi tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan akademik.

“Bagaimanapun AI tidak terhindarkan lagi dan bagaimana kita mengarahkan anak-anak didik kita menggunakan AI lebih bermanfaat lagi, tetapi sesuai dengan etikanya,” katanya.

Workshop yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga UM Bandung, tersebut diikuti ratusan mahasiswa dari UM Bandung dan sejumlah perguruan tinggi di Bandung Raya.

Anggota DPR RI Komisi VIII Atalia Praratya turut memberikan pandangan mengenai perkembangan AI dan pentingnya menjaga etika dalam penggunaannya. Rektor UM Bandung, jajaran pimpinan kampus, dan para mahasiswa juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Bagi mahasiswa, pesan Ira sederhana: gunakan AI untuk membantu berpikir, bukan untuk menggantikan pikiran.***(FK)

Selengkapnya

Magister PAI UM Bandung Siap Cetak Pendidik yang Berilmu dan Berkarakter

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dunia terus berubah, dan pendidikan Islam pun dituntut ikut menyesuaikan diri. Bukan lagi cukup dengan menguasai kitab dan metode mengajar konvensional, pendidik masa kini juga perlu peka membaca arah zaman.

Menjawab kebutuhan itu, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung membuka Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) untuk tahun akademik 2026/2027.

Program ini terbuka luas, mulai dari guru, dosen, praktisi pendidikan, pengelola lembaga pendidikan, hingga lulusan S1 yang ingin naik level, baik secara akademik maupun profesional.

Kepala Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru dan Promosi UM Bandung, Abdul Rohim, menjelaskan bahwa S2 PAI ini tidak sekadar soal menambah gelar di depan atau belakang nama.

Yang lebih penting, program ini ingin membentuk pendidik yang mampu melahirkan gagasan dan inovasi pendidikan Islam yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Pendidikan bukan hanya soal mengajar, tetapi membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Melalui Magister PAI, kami ingin membekali para pendidik dan praktisi pendidikan dengan kompetensi yang lebih matang, baik secara akademik maupun profesional,” ujarnya di UM Bandung, Rabu (19/8/2026).

Salah satu yang bikin program ini menarik ada di kurikulumnya. Bukan cuma teori yang dikejar, mahasiswa diajak mengasah kemampuan analitis, meneliti, sekaligus mencari solusi atas persoalan pendidikan yang berkembang di tengah masyarakat.

Jadi, apa yang dipelajari di kelas benar-benar bisa dibawa ke lapangan. Tidak melulu belajar dengann kondisi yang menoton.

Sebagai bagian dari keluarga besar pendidikan tinggi Muhammadiyah, S2 PAI UM Bandung juga tidak melupakan ciri khasnya lewat penguatan mata kuliah Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK).

Bukan sekadar pelengkap, AIK justru jadi bagian penting yang membentuk lulusan agar tidak hanya cakap secara keilmuan, tapi juga kuat secara nilai dan pemahaman keislaman.

“Melalui AIK, mahasiswa tidak hanya dibekali keilmuan akademik. Namun, juga wawasan keislaman dan kemuhammadiyahan yang menjadi ruh dari setiap lulusan UM Bandung dan kampus-kampus Muhammadiyah di Indonesia,” kata Abdul.

Menariknya lagi, kompetensi yang dibangun lewat program ini tidak membatasi lulusan hanya jadi pendidik di kelas.

Peluang kariernya justru terbuka lebar, mulai dari peneliti, pengembang kurikulum, pengelola lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, sampai sektor pemerintahan. 

Dengan bekal yang beragam ini, lulusan diharapkan bisa mengambil peran lebih besar dalam menghadirkan pembaruan pendidikan Islam.

“Kami ingin lulusan Magister PAI tidak hanya menjadi pengajar yang mumpuni. Namun, jadi agen perubahan yang mampu menciptakan inovasi pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman,” tutur Abdul.

Bagi yang tertarik, pendaftaran S2 PAI UM Bandung sudah dibuka sejak 27 Juli dan akan berlangsung hingga 20 September 2026.

Calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi nantinya akan mengikuti matrikulasi atau penguatan akademik pada 28 September 2026, sebelum resmi memulai perkuliahan perdana pada 5 Oktober 2026.

Soal berkas, tidak perlu khawatir ribet. Cukup siapkan formulir pendaftaran, ijazah S1 atau SKL, transkrip nilai yang sudah dilegalisasi, KTP, pas foto terbaru ukuran 3x4, CV, dan bukti pembayaran biaya pendaftaran.

Khusus untuk pendaftar berstatus ASN, TNI, Polri, atau pegawai, jangan lupa lengkapi juga surat izin belajar dari instansi masing-masing.

Di penghujung penjelasannya, Abdul mengajak para pendidik dan lulusan S1 yang ingin memperdalam Pendidikan Agama Islam untuk tidak ragu melanjutkan studi di UM Bandung.

“Kami berharap program ini dapat melahirkan lulusan yang unggul secara akademik dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia,” pungkasnya.

Singkatnya, S2 PAI UM Bandung menawarkan perpaduan yang cukup lengkap: penguatan akademik, pendekatan yang aplikatif, sekaligus nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan yang jadi napas dalam setiap proses pembelajarannya.

Kombinasi inilah yang menjadikan program ini pilihan menarik bagi siapa pun yang ingin menjadikan pendidikan Islam bukan sekadar bidang keilmuan, tapi juga ruang untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.***(FA)

Selengkapnya

UM Bandung Perkuat Kapasitas Remaja Jelegong Lewat Literasi dan Teknologi

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Ada yang berbeda dari kesibukan remaja Karang Taruna di Kampung Talun, Desa Jelegong, Kabupaten Bandung, belakangan ini.

Bukan cuma sibuk urusan agenda rutin kampung, sejak Juni 2026 sebanyak 40 anggota Karang Taruna di sana justru menekuni sesuatu yang jauh lebih ambisius: belajar memimpin, memperdalam literasi Islami, sampai bereksperimen dengan kecerdasan buatan (AI).

Semua itu berjalan lewat program pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, yang didukung pendanaan BIMA Kemdiktisaintek 2026.

Program ini diketuai Hernawati bersama Iim Ibrohim dan Supala, dengan Hikmi berperan sebagai narasumber pelatihan AI. Empat mahasiswa Pendidikan Agama Islam — Leon, Nizma, Aldi, dan Surya — turut dilibatkan sebagai bagian dari tim pendampingan di lapangan.

Menariknya, program ini dirancang bukan sekadar sebagai ruang pelatihan satu arah. Ada visi yang lebih besar di baliknya: mendorong remaja untuk berani mengambil peran aktif dalam kehidupan sosial dan pendidikan di lingkungannya sendiri.

Materinya pun cukup lengkap, mencakup kepemimpinan, penguatan akhlak, literasi Islami, pemanfaatan AI, hingga pengelolaan pojok baca dan gerobak literasi.

Memimpin Itu Soal Mendengarkan, Bukan Sekadar Memerintah

Dalam sesi kepemimpinan, Supala mengajak peserta untuk melihat kepemimpinan dari sudut yang lebih membumi.

Baginya, seorang pemimpin sejati dibentuk dari hal-hal fundamental: tanggung jawab, kemampuan mendengarkan, dan keteladanan — bukan semata soal jabatan atau wewenang.

Untuk memastikan materi ini benar-benar meresap, peserta diajak menjalani simulasi dan studi kasus, sehingga mereka bisa merasakan langsung bagaimana menghadapi dinamika persoalan organisasi yang sesungguhnya.

Di sisi lain, Iim Ibrohim menyoroti aspek yang tak kalah krusial: akhlak sebagai fondasi dalam penggunaan ilmu dan teknologi. Menurutnya, kecakapan memimpin atau menguasai teknologi tanpa dibarengi akhlak yang baik justru berpotensi disalahgunakan.

"Sepintar apa pun seseorang memimpin atau menguasai teknologi, tanpa akhlak yang baik semua itu bisa disalahgunakan," ujarnya.

AI di Tangan yang Tepat, Bukan Sekadar Tren

Bagian yang paling menantang sekaligus membuka wawasan baru bagi para remaja mungkin ada di sesi pelatihan AI bersama Hikmi.

Alih-alih hanya dikenalkan secara teoretis, peserta langsung diajak mempraktikkan pemanfaatan AI untuk menyusun materi kegiatan, membuat konten edukatif, hingga mendukung pekerjaan organisasi sehari-hari.

Namun, Hikmi tidak berhenti pada aspek teknis semata. Ia turut menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kejujuran, ketepatan informasi, penghormatan terhadap hak cipta, serta etika dalam menggunakan AI — sebuah pengingat bahwa penguasaan teknologi mesti berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam menggunakannya.

Merawat Budaya Membaca dari Akar Rumput

Di ranah literasi, tim pengabdian bersama Karang Taruna membangun pojok baca dengan koleksi 245 buku. Hernawati menjelaskan, pengelolaannya sengaja diserahkan secara bertahap kepada anggota Karang Taruna, dengan harapan program ini tetap berkelanjutan sekalipun masa pendampingan telah usai.

Selain pojok baca, hadir pula gerobak literasi yang berkeliling ke sejumlah RT setiap Minggu — sebuah pendekatan yang menempatkan literasi bukan sebagai sesuatu yang menunggu untuk didatangi.

Namun, aktif menjemput minat baca warga. Melalui inisiatif ini, anggota Karang Taruna diposisikan sebagai pengelola sekaligus penggerak budaya membaca di lingkungannya sendiri.

Bekal untuk Masa Depan yang Lebih Berdaya

Ketua Karang Taruna Kampung Talun, Adi Surya, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya, para anggota memperoleh pengalaman baru yang berharga.

Mulai dari kepemimpinan dan pengelolaan pojok baca hingga pemanfaatan AI untuk kebutuhan organisasi. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara mandiri, dengan tetap menjaga komunikasi bersama UM Bandung.

Perpaduan antara literasi Islami, akhlak, kepemimpinan, AI, dan budaya membaca dalam program ini pada dasarnya diarahkan untuk membentuk generasi muda yang seimbang.

Yakni memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni, kecakapan teknologi yang relevan, karakter yang kuat, sekaligus kepedulian sosial yang tinggi.

Program ini juga menegaskan pergeseran peran remaja, dari sekadar peserta pelatihan menjadi pengelola dan penggerak kegiatan di lingkungannya sendiri.

Dengan pendekatan tersebut, UM Bandung berharap gerakan literasi dan pemberdayaan remaja di Kampung Talun dapat terus berkembang setelah program pengabdian berakhir.

Sekaligus memberi manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat secara luas.***

Selengkapnya

Tentang Kami

Sains dan Teknologi yang berkarakter Islamic Technopreneurial.

Menjadi Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung dengan predikat sangat baik dalam pengembangan Sains, Teknologi, dan Entrepreneurial yang berbasis integrasi bidang keilmuan dengan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan

Fakultas Sains dan Teknologi dibarisi oleh tenaga pengajar/ dosen yang profisional, berkompenten tinggi dan berpengalaman Nasional dan Internasional. Sistem penyelengggaraan pendidikan di Fakultas Sains dan Teknologi berlandaskan pada Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengandian Kepada Masyarakat dan Al-Islam – Kemuhammadiyahan yang diselenggarakan secara profisional, transparan dan akuntabel yang menjamin terpeliharanya lingkungan kerja yang islami, sehat, aman, tenang dan damai.

Sambutan Dekan

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Selamat datang di website resmi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung). Website ini kami hadirkan sebagai pintu informasi, komunikasi, dan kolaborasi antara fakultas dengan mahasiswa, dosen, alumni, mitra industri, serta masyarakat luas.

Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung berkomitmen menjadi fakultas yang Unggul, Islami, dan berdaya saing global di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Kami menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan, dengan fokus pada 4 pilar utama (Caturdharma):

  • 1
    Pendidikan Berkualitas

    Kami menghadirkan kurikulum yang adaptif, berbasis riset dan Outcome Based Education (OBE). Didukung dosen yang kompeten, laboratorium handal, serta kerjasama dengan industri dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, kami menyiapkan lulusan yang siap menjawab tantangan kedepan.

  • 2
    Riset dan Inovasi

    Fakultas mendorong civitas akademika untuk menghasilkan karya inovasi, riset, paten, hilirisasi dan komersialisasi, serta solusi teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat. Peta jalan riset dari mulai kecerdasan buatan, bioteknologi, teknologi pangan, teknik industri, teknik elektro, teknik informatika, agribisnis, hingga data sains; kami ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa.

  • 3
    Pengabdian dan Kolaborasi

    Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kami aktif dalam pengabdian masyarakat berdasarkan hasil-hasil riset melalui program berbasis teknologi tepat guna, pemberdayaan UMKM digital, dan literasi sains untuk sekolah. Kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan komunitas menjadi kunci kami.

  • 4
    Internalisasi Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)

    Kami mewujudkan integrasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan pada bidang pendidikan, penelitian/riset, pengabdian kepada masyarakat, serta dalam hal tata kelola fakultas.

Kepada calon mahasiswa, bergabunglah bersama kami untuk menuntut ilmu, berkarya, dan membangun masa depan. Kepada mitra dan alumni, mari terus bersinergi mengembangkan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Kami menyadari bahwa perjalanan menuju fakultas yang unggul membutuhkan dukungan, saran, dan doa dari semua pihak. Semoga website ini bermanfaat dan menjadi jembatan silaturahmi kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Muhammadiyah Bandung

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Sains dan Teknologi

Visi

"Menjadikan Fakultas Sains dan Teknologi yang unggul dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sains, teknologi dan entrepreneurship melalui penguatan kelembagaan dan penyelenggaraan caturdharma yang bermutu tinggi".

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki keunggulan inovasi dan berjiwa entrepreneur.
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan sains dan teknologi, dan seni serta peningkatan
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pendidikan dan pembelajaran, berdasarkan hasil-hasil penelitian.
  4. Menyelenggarakan pembinaan dalam internalisasi dan penguatan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Tujuan

Berdasarkan visi dan misi FST UM Bandung, maka dirumuskanlah tujuan sebagai berikut :

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing global di bidang sains dan teknologi serta entrepreneurial yang berkarakter islami.
  2. Menghasilkan produktifitas penelitian yang berkualitas dan publikasi yang bereputasi di tingkat nasional dan internasional pada bidang sains, teknologi dan entrepreneurial
  3. Mewujudkan tata kelola kelembagaan Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung sebagai lembaga pelayan pendidikan yang berkualitas, terintegrasi, relevan dan transparan.
  4. Memperluas dan meningkatkan serta menghasilkan kerjasama akademika yang memiliki kepedulian terhadap berbagai permasalahan yang berkembang di masyarakat sesuai kearifan lokal dan spiritual.

Penjaminan Mutu

Gugus Penjaminan Mutu (GPM)

Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung berkomitmen untuk mengendalikan, mengevaluasi, dan meningkatkan mutu akademik di tingkat fakultas secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan bermutu tinggi.

Program Studi

Fakultas Sains dan Teknologi (SainTek) adalah salah satu dari 4 (empat) fakultas yang ada di UMBandung, dan Fakultas SainTek mempunyai 6 (enam) Program Studi

Teknik Elektro

Membuka Cakrawala Teknologi Masa Depan Bagi Technopreneur Unggulan Bangsa

Selengkapnya »

Teknik Informatika

Mewujudkan Software Engineer Terbaik Dengan Solusi-Solusi Aplikatif Bagi Indonesia.

Selengkapnya »

Teknik Industri

Menghasilkan Industrial Engineer Yang Fleksibel Dan Dinamis

Selengkapnya »

Teknologi Pangan

Membangun Teknopreneur Halal Yang Profesional, Kompetitif & Mandiri Untuk Ketahanan Pangan Nasional.

Selengkapnya »

Bioteknologi

Bioteknologi Untuk Kemaslahatan Umat

Selengkapnya »

Agribisnis

Membangun Wirausaha Muda Bidang Agribisnis Yang Kompeten, Profesional, Kontributif.

Selengkapnya »