Selamat Datang di

Fakultas Sains dan Teknologi

Berita Terkini

UM Bandung Perkuat Kapasitas Remaja Jelegong Lewat Literasi dan Teknologi

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Ada yang berbeda dari kesibukan remaja Karang Taruna di Kampung Talun, Desa Jelegong, Kabupaten Bandung, belakangan ini.

Bukan cuma sibuk urusan agenda rutin kampung, sejak Juni 2026 sebanyak 40 anggota Karang Taruna di sana justru menekuni sesuatu yang jauh lebih ambisius: belajar memimpin, memperdalam literasi Islami, sampai bereksperimen dengan kecerdasan buatan (AI).

Semua itu berjalan lewat program pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, yang didukung pendanaan BIMA Kemdiktisaintek 2026.

Program ini diketuai Hernawati bersama Iim Ibrohim dan Supala, dengan Hikmi berperan sebagai narasumber pelatihan AI. Empat mahasiswa Pendidikan Agama Islam — Leon, Nizma, Aldi, dan Surya — turut dilibatkan sebagai bagian dari tim pendampingan di lapangan.

Menariknya, program ini dirancang bukan sekadar sebagai ruang pelatihan satu arah. Ada visi yang lebih besar di baliknya: mendorong remaja untuk berani mengambil peran aktif dalam kehidupan sosial dan pendidikan di lingkungannya sendiri.

Materinya pun cukup lengkap, mencakup kepemimpinan, penguatan akhlak, literasi Islami, pemanfaatan AI, hingga pengelolaan pojok baca dan gerobak literasi.

Memimpin Itu Soal Mendengarkan, Bukan Sekadar Memerintah

Dalam sesi kepemimpinan, Supala mengajak peserta untuk melihat kepemimpinan dari sudut yang lebih membumi.

Baginya, seorang pemimpin sejati dibentuk dari hal-hal fundamental: tanggung jawab, kemampuan mendengarkan, dan keteladanan — bukan semata soal jabatan atau wewenang.

Untuk memastikan materi ini benar-benar meresap, peserta diajak menjalani simulasi dan studi kasus, sehingga mereka bisa merasakan langsung bagaimana menghadapi dinamika persoalan organisasi yang sesungguhnya.

Di sisi lain, Iim Ibrohim menyoroti aspek yang tak kalah krusial: akhlak sebagai fondasi dalam penggunaan ilmu dan teknologi. Menurutnya, kecakapan memimpin atau menguasai teknologi tanpa dibarengi akhlak yang baik justru berpotensi disalahgunakan.

"Sepintar apa pun seseorang memimpin atau menguasai teknologi, tanpa akhlak yang baik semua itu bisa disalahgunakan," ujarnya.

AI di Tangan yang Tepat, Bukan Sekadar Tren

Bagian yang paling menantang sekaligus membuka wawasan baru bagi para remaja mungkin ada di sesi pelatihan AI bersama Hikmi.

Alih-alih hanya dikenalkan secara teoretis, peserta langsung diajak mempraktikkan pemanfaatan AI untuk menyusun materi kegiatan, membuat konten edukatif, hingga mendukung pekerjaan organisasi sehari-hari.

Namun, Hikmi tidak berhenti pada aspek teknis semata. Ia turut menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kejujuran, ketepatan informasi, penghormatan terhadap hak cipta, serta etika dalam menggunakan AI — sebuah pengingat bahwa penguasaan teknologi mesti berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam menggunakannya.

Merawat Budaya Membaca dari Akar Rumput

Di ranah literasi, tim pengabdian bersama Karang Taruna membangun pojok baca dengan koleksi 245 buku. Hernawati menjelaskan, pengelolaannya sengaja diserahkan secara bertahap kepada anggota Karang Taruna, dengan harapan program ini tetap berkelanjutan sekalipun masa pendampingan telah usai.

Selain pojok baca, hadir pula gerobak literasi yang berkeliling ke sejumlah RT setiap Minggu — sebuah pendekatan yang menempatkan literasi bukan sebagai sesuatu yang menunggu untuk didatangi.

Namun, aktif menjemput minat baca warga. Melalui inisiatif ini, anggota Karang Taruna diposisikan sebagai pengelola sekaligus penggerak budaya membaca di lingkungannya sendiri.

Bekal untuk Masa Depan yang Lebih Berdaya

Ketua Karang Taruna Kampung Talun, Adi Surya, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya, para anggota memperoleh pengalaman baru yang berharga.

Mulai dari kepemimpinan dan pengelolaan pojok baca hingga pemanfaatan AI untuk kebutuhan organisasi. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara mandiri, dengan tetap menjaga komunikasi bersama UM Bandung.

Perpaduan antara literasi Islami, akhlak, kepemimpinan, AI, dan budaya membaca dalam program ini pada dasarnya diarahkan untuk membentuk generasi muda yang seimbang.

Yakni memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni, kecakapan teknologi yang relevan, karakter yang kuat, sekaligus kepedulian sosial yang tinggi.

Program ini juga menegaskan pergeseran peran remaja, dari sekadar peserta pelatihan menjadi pengelola dan penggerak kegiatan di lingkungannya sendiri.

Dengan pendekatan tersebut, UM Bandung berharap gerakan literasi dan pemberdayaan remaja di Kampung Talun dapat terus berkembang setelah program pengabdian berakhir.

Sekaligus memberi manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat secara luas.***

Selengkapnya

UM Bandung Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi untuk Menjawab Tantangan Bangsa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Mengisi kemerdekaan di era modern tidak cukup dengan mengenang perjuangan masa lalu. Bangsa Indonesia perlu memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, membangun sumber daya manusia unggul, serta menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto saat menjadi pembina upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di halaman depan UM Bandung, Senin (17/8/2026).

Menurut Herry, tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” perlu diwujudkan melalui langkah nyata. Perguruan tinggi memiliki posisi penting karena menjadi ruang bertemunya ilmu pengetahuan, generasi muda, riset, dan inovasi yang dapat memperkuat kemandirian bangsa.

“Universitas bukan hanya tempat memperoleh gelar akademik. Universitas adalah tempat membangun peradaban, mengembangkan ilmu pengetahuan, membentuk karakter, dan mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Herry.

Oleh karena itu, UM Bandung berkomitmen memperkuat pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi gagasan, pengetahuan, teknologi, dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi UM Bandung sebagai Islamic Technopreneurial University. Herry menilai perkembangan teknologi dan kewirausahaan harus berjalan bersama nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan agar kemajuan menghasilkan manfaat yang lebih luas.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi. Kita harus menjadi pencipta dan pengembang teknologi. Kita tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi. Kita harus mampu menghasilkan pengetahuan dan inovasi,” tegasnya.

Untuk mewujudkan arah tersebut, UM Bandung perlu membangun ekosistem akademik yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif melakukan riset, menciptakan inovasi, dan menghasilkan karya yang dapat diterapkan di masyarakat.

Dalam kerangka Caturdharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, penguatan tersebut diwujudkan melalui peningkatan mutu pembelajaran, riset yang produktif, inovasi yang aplikatif, serta pengabdian yang mampu menjawab persoalan masyarakat.

Herry juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur dari nilai akademik dan jumlah lulusan. Pendidikan harus membentuk manusia yang kompeten, berintegritas, berakhlak, kreatif, mampu berkolaborasi, dan memiliki kepedulian sosial.

Kepada mahasiswa, Herry berpesan agar masa kuliah tidak hanya diarahkan untuk mengejar nilai dan ijazah. Mahasiswa UM Bandung perlu membangun kompetensi, karakter, jejaring, kreativitas, dan keberanian untuk menghasilkan karya.

“Jadilah generasi yang mampu bersaing secara global, tetapi tetap memiliki jati diri dan nilai-nilai keislaman,” pesannya.

Sementara kepada dosen dan tenaga kependidikan, Herry mendorong peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan. Setiap pekerjaan di kampus, menurutnya, merupakan bagian dari pengabdian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperbesar manfaat perguruan tinggi bagi masyarakat.

UM Bandung juga didorong memperkuat budaya kolaborasi dan kerja lintas bidang. Menurut Herry, kekuatan sivitas akademika perlu diarahkan untuk membangun kampus yang lebih adaptif, produktif, dan mampu merespons perubahan dengan cepat.

Semangat perbaikan juga harus menjadi bagian dari perjalanan UM Bandung. Capaian yang sudah baik perlu dipertahankan, kekurangan diperbaiki, dan target yang belum tercapai terus diperjuangkan.

Prinsip fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan, kata Herry, dapat menjadi etos seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat riset, melahirkan inovasi, dan memperluas manfaat pengabdian.

Dengan semangat tersebut, UM Bandung memaknai kemerdekaan bukan sekadar melalui peringatan, tetapi melalui kerja nyata untuk membangun manusia unggul, memperkuat kemandirian ilmu dan teknologi, serta menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Herry menegaskan, UM Bandung ingin mengambil bagian dalam membangun Indonesia masa depan: berdaulat melalui penguasaan ilmu dan teknologi, adil melalui kebermanfaatan bagi masyarakat, dan makmur melalui sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing.

“Mari bekerja lebih baik, belajar lebih sungguh-sungguh, berinovasi lebih berani, melayani dengan lebih ikhlas, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi umat dan bangsa,” pungkas Herry.***(FA/FK)

Selengkapnya

Dadang Kahmad: Jangan Jadikan Sekolah Sekadar Tempat Menitipkan Anak

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Memilih sekolah untuk anak bukan sekadar mencari lembaga dengan label favorit, fasilitas lengkap, atau reputasi tinggi. Yang lebih penting adalah memastikan sekolah mampu membantu anak berkembang sesuai potensi, minat, dan kebutuhannya.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua BPH UM Bandung Dadang Kahmad menilai pendidikan yang berkualitas harus mampu menyeimbangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, karakter, dan akhlak.

Pandangan itu disampaikan Dadang dalam program Catatan Akhir Pekan TV-Mu. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik atau nama besar sekolah.

“Pendidikan itu tidak hanya memberikan hard skill, tetapi soft skill. Anak harus memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi harus memiliki karakter dan akhlak yang baik,” ujar Dadang.

Dadang mengingatkan orang tua agar tidak menjadikan status sekolah favorit sebagai ukuran utama ketika memilih pendidikan bagi anak.

Sekolah dengan fasilitas lengkap dan reputasi baik memang dapat memberikan lingkungan belajar yang mendukung. Namun, hal itu tidak otomatis membuat setiap anak berhasil.

“Sekolah favorit itu bukan jaminan bahwa anak pasti berhasil. Yang paling penting adalah bagaimana anak memiliki motivasi untuk belajar, kemudian ada guru yang baik dan orang tua yang memberikan dukungan,” katanya.

Oleh karena itu, orang tua perlu memahami karakter, minat, kemampuan, dan gaya belajar anak.

Setiap anak memiliki kebutuhan berbeda sehingga pilihan sekolah sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Selain motivasi anak, kualitas guru juga menjadi faktor penting. Menurut Dadang, guru tidak cukup hanya menyampaikan materi pelajaran.

Namun, harus mampu menciptakan suasana belajar yang menarik dan mendorong siswa aktif berpikir.

“Guru itu harus mampu membangkitkan motivasi anak. Materinya juga harus menarik sehingga anak tidak merasa belajar sebagai sesuatu yang membosankan,” tuturnya.

Pembelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, lanjut Dadang, akan membantu anak memahami manfaat ilmu.

Dengan begitu, proses belajar tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi membangun kemampuan berpikir dan memecahkan masalah.

Dadang juga menekankan bahwa pendidikan anak tidak berhenti ketika jam sekolah selesai.

Keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan belajar sekaligus memperkuat karakter yang ditanamkan di sekolah.

“Jangan sampai sekolah itu hanya menjadi tempat menitipkan anak. Pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua,” ujarnya.

Menurutnya, orang tua dapat berperan melalui pendampingan belajar, pemberian motivasi, pembiasaan disiplin, serta penanaman tanggung jawab di rumah.

“Kalau sekolah dan orang tua bisa bekerja sama dengan baik, anak akan mendapatkan lingkungan pendidikan yang lebih kuat. Jadi, tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah,” kata Dadang.

Dalam perspektif pendidikan Muhammadiyah, keberhasilan pendidikan tidak hanya menghasilkan anak yang unggul secara akademik.

Pendidikan juga diarahkan untuk membentuk manusia yang beriman, berakhlak, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Keseimbangan hard skill dan soft skill semakin penting di tengah perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

“Anak-anak kita harus mempunyai kemampuan beradaptasi, mampu bekerja sama, mampu berkomunikasi, kreatif, inovatif, dan memiliki empati. Itu bagian dari pendidikan yang tidak kalah penting dari kemampuan akademik,” jelas Dadang.

Kemampuan tersebut diharapkan membuat anak tidak hanya siap mencari pekerjaan. Namun, mampu menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dadang turut menyoroti persoalan pendidikan Indonesia, termasuk anak yang tidak melanjutkan sekolah serta lulusan yang belum sepenuhnya terserap dunia kerja.

Menurutnya, memperluas akses pendidikan saja tidak cukup. Sekolah juga perlu memastikan kompetensi yang diberikan relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

“Pendidikan harus mampu menjawab kebutuhan zaman. Jangan sampai anak sudah bersekolah lama, tetapi ketika selesai tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pendidikan perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, dan dinamika sosial.

Dadang juga mengingatkan pentingnya nilai ikhlas dan ihsan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Ikhlas berarti menjalankan proses pendidikan dengan niat yang baik, sedangkan ihsan mendorong setiap pihak untuk memberikan hasil terbaik.

“Kalau pendidikan dilakukan dengan ikhlas dan ihsan, maka kita tidak hanya mengejar hasil secara duniawi, tetapi berusaha memberikan yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Nilai tersebut, kata Dadang, perlu diterapkan oleh seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari guru, siswa, orang tua hingga pengelola lembaga pendidikan.

Muhammadiyah sendiri memiliki jaringan pendidikan yang tersebar di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan.

“Jangan sampai anak tidak sekolah hanya karena orang tuanya merasa tidak mampu. Muhammadiyah mempunyai banyak sekolah yang bisa menjadi pilihan masyarakat,” katanya.

Pada akhirnya, Dadang mengingatkan orang tua agar tidak terjebak dalam persaingan memilih sekolah berdasarkan nama besar semata.

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membantu anak mengenali potensinya, menguasai ilmu, membangun karakter, serta memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja sama.

“Yang paling penting bukan gengsi sekolahnya, tetapi bagaimana anak itu tumbuh menjadi manusia yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan bermanfaat,” pungkas Dadang.

Dengan demikian, pendidikan bukan sekadar mengejar nilai dan ijazah. Pendidikan merupakan proses panjang untuk membentuk manusia yang memiliki pengetahuan, karakter, kepekaan sosial, dan kesiapan menghadapi masa depan.

Sekolah memberikan ruang untuk belajar. Guru memberikan arah. Orang tua memberikan dukungan. Sementara itu, anak perlu terus menumbuhkan kemauan untuk berkembang.***

Selengkapnya

Tentang Kami

Sains dan Teknologi yang berkarakter Islamic Technopreneurial.

Menjadi Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung dengan predikat sangat baik dalam pengembangan Sains, Teknologi, dan Entrepreneurial yang berbasis integrasi bidang keilmuan dengan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan

Fakultas Sains dan Teknologi dibarisi oleh tenaga pengajar/ dosen yang profisional, berkompenten tinggi dan berpengalaman Nasional dan Internasional. Sistem penyelengggaraan pendidikan di Fakultas Sains dan Teknologi berlandaskan pada Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengandian Kepada Masyarakat dan Al-Islam – Kemuhammadiyahan yang diselenggarakan secara profisional, transparan dan akuntabel yang menjamin terpeliharanya lingkungan kerja yang islami, sehat, aman, tenang dan damai.

Sambutan Dekan

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Selamat datang di website resmi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung). Website ini kami hadirkan sebagai pintu informasi, komunikasi, dan kolaborasi antara fakultas dengan mahasiswa, dosen, alumni, mitra industri, serta masyarakat luas.

Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung berkomitmen menjadi fakultas yang Unggul, Islami, dan berdaya saing global di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Kami menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan, dengan fokus pada 4 pilar utama (Caturdharma):

  • 1
    Pendidikan Berkualitas

    Kami menghadirkan kurikulum yang adaptif, berbasis riset dan Outcome Based Education (OBE). Didukung dosen yang kompeten, laboratorium handal, serta kerjasama dengan industri dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, kami menyiapkan lulusan yang siap menjawab tantangan kedepan.

  • 2
    Riset dan Inovasi

    Fakultas mendorong civitas akademika untuk menghasilkan karya inovasi, riset, paten, hilirisasi dan komersialisasi, serta solusi teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat. Peta jalan riset dari mulai kecerdasan buatan, bioteknologi, teknologi pangan, teknik industri, teknik elektro, teknik informatika, agribisnis, hingga data sains; kami ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa.

  • 3
    Pengabdian dan Kolaborasi

    Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kami aktif dalam pengabdian masyarakat berdasarkan hasil-hasil riset melalui program berbasis teknologi tepat guna, pemberdayaan UMKM digital, dan literasi sains untuk sekolah. Kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan komunitas menjadi kunci kami.

  • 4
    Internalisasi Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)

    Kami mewujudkan integrasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan pada bidang pendidikan, penelitian/riset, pengabdian kepada masyarakat, serta dalam hal tata kelola fakultas.

Kepada calon mahasiswa, bergabunglah bersama kami untuk menuntut ilmu, berkarya, dan membangun masa depan. Kepada mitra dan alumni, mari terus bersinergi mengembangkan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Kami menyadari bahwa perjalanan menuju fakultas yang unggul membutuhkan dukungan, saran, dan doa dari semua pihak. Semoga website ini bermanfaat dan menjadi jembatan silaturahmi kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Muhammadiyah Bandung

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Sains dan Teknologi

Visi

"Menjadikan Fakultas Sains dan Teknologi yang unggul dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sains, teknologi dan entrepreneurship melalui penguatan kelembagaan dan penyelenggaraan caturdharma yang bermutu tinggi".

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki keunggulan inovasi dan berjiwa entrepreneur.
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan sains dan teknologi, dan seni serta peningkatan
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pendidikan dan pembelajaran, berdasarkan hasil-hasil penelitian.
  4. Menyelenggarakan pembinaan dalam internalisasi dan penguatan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Tujuan

Berdasarkan visi dan misi FST UM Bandung, maka dirumuskanlah tujuan sebagai berikut :

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing global di bidang sains dan teknologi serta entrepreneurial yang berkarakter islami.
  2. Menghasilkan produktifitas penelitian yang berkualitas dan publikasi yang bereputasi di tingkat nasional dan internasional pada bidang sains, teknologi dan entrepreneurial
  3. Mewujudkan tata kelola kelembagaan Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung sebagai lembaga pelayan pendidikan yang berkualitas, terintegrasi, relevan dan transparan.
  4. Memperluas dan meningkatkan serta menghasilkan kerjasama akademika yang memiliki kepedulian terhadap berbagai permasalahan yang berkembang di masyarakat sesuai kearifan lokal dan spiritual.

Penjaminan Mutu

Gugus Penjaminan Mutu (GPM)

Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung berkomitmen untuk mengendalikan, mengevaluasi, dan meningkatkan mutu akademik di tingkat fakultas secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan bermutu tinggi.

Program Studi

Fakultas Sains dan Teknologi (SainTek) adalah salah satu dari 4 (empat) fakultas yang ada di UMBandung, dan Fakultas SainTek mempunyai 6 (enam) Program Studi

Teknik Elektro

Membuka Cakrawala Teknologi Masa Depan Bagi Technopreneur Unggulan Bangsa

Selengkapnya »

Teknik Informatika

Mewujudkan Software Engineer Terbaik Dengan Solusi-Solusi Aplikatif Bagi Indonesia.

Selengkapnya »

Teknik Industri

Menghasilkan Industrial Engineer Yang Fleksibel Dan Dinamis

Selengkapnya »

Teknologi Pangan

Membangun Teknopreneur Halal Yang Profesional, Kompetitif & Mandiri Untuk Ketahanan Pangan Nasional.

Selengkapnya »

Bioteknologi

Bioteknologi Untuk Kemaslahatan Umat

Selengkapnya »

Agribisnis

Membangun Wirausaha Muda Bidang Agribisnis Yang Kompeten, Profesional, Kontributif.

Selengkapnya »