UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Bagi Chandra Kurniawan, belajar Teknik Industri tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas. Ada saatnya ilmu yang dipelajari harus dicoba langsung untuk melihat bagaimana ia bekerja di dunia nyata.
Kesempatan itu datang ketika mahasiswa Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung tersebut terpilih mengikuti Mentoring and Micro-Credential in Building Energy Efficiency (M2BEE), sebuah program yang memperkenalkan mahasiswa pada dunia efisiensi energi bangunan.
Program ini merupakan kolaborasi Direktorat Konservasi Energi, Ditjen EBTKE Kementerian ESDM bersama UK PACT, IREEM, dan LSP HAKE. Kegiatannya melibatkan mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Indonesia.
Chandra mengaku awalnya mendapat tawaran dari dosen untuk mengikuti seleksi internal yang ditujukan bagi mahasiswa Teknik Industri dan Teknik Elektro angkatan 2023. Dari proses tersebut, ia akhirnya terpilih dan bergabung dalam tim UM Bandung.
“Alhamdulillah saya lolos dan bergabung dalam tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Industri, dua mahasiswa Teknik Elektro, dan didampingi oleh Pak Budiyan Mariyadi sebagai dosen pembimbing,” ujar Chandra, Senin (7/9/2026).
Belajar Audit Energi dari Lapangan
M2BEE bukan sekadar pelatihan di dalam kelas. Selama sekitar tiga bulan, Chandra dan timnya mengikuti mentoring mingguan serta pelatihan secara daring dan luring bersama tenaga ahli dan tim IREEM.
Dari proses tersebut, mereka kemudian mendapat kesempatan melakukan trial audit di Gedung Kementerian ESDM di Jakarta. Pengalaman ini membuat Chandra dan tim bisa melihat secara langsung bagaimana audit energi dilakukan di lingkungan gedung.
Di UM Bandung sendiri, tim mendapat tugas melakukan audit energi pada gedung kampus. Mereka mengamati berbagai aspek penggunaan energi, mulai dari sistem pencahayaan, tata udara atau pendingin ruangan, hingga sistem kelistrikan.
Pengalaman belajar juga diperluas melalui kunjungan ke Gedung Wisma Danantara di Jakarta. Di sana, tim UM Bandung mendapat gambaran mengenai penerapan green building dan sistem manajemen energi yang dapat menjadi referensi dalam pengelolaan gedung.
Setelah melalui berbagai tahapan tersebut, Chandra dan tim menyusun laporan audit energi sekaligus rekomendasi efisiensi untuk Gedung Kampus UM Bandung.
“Output akhir dari program ini adalah laporan audit energi dan penyampaian rekomendasi efisiensi energi kepada pengelola gedung kampus pada Juni lalu, yang diakhiri dengan closing ceremony di ajang EBTKE ConEx,” ungkapnya.
Melihat Peluang di Sektor Energi
Bagi Chandra, pengalaman mengikuti M2BEE tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi membuka pandangan baru tentang dunia kerja.
Ia melihat efisiensi energi sebagai bidang yang menarik karena masih belum banyak ditekuni mahasiswa, sementara kebutuhan terhadap pengelolaan energi yang lebih efisien terus berkembang.
Latar belakang Teknik Industri yang ia pelajari juga membuat bidang tersebut terasa relevan. Ia bisa melihat bagaimana kemampuan analisis, efisiensi proses, dan pemecahan masalah yang dipelajari di kampus ternyata dapat diterapkan dalam persoalan penggunaan energi.
“Saya melihat bidang ini sebagai peluang bagus untuk mengembangkan diri dan membuka jalan karier masa depan karena energi adalah bagian vital dalam kehidupan kita,” tuturnya.
Kini, Chandra berharap laporan dan rekomendasi yang telah disusun bersama tim tidak berhenti sebagai dokumen. Ia ingin hasil audit tersebut benar-benar dipertimbangkan dan diterapkan agar penggunaan energi di lingkungan kampus bisa semakin efisien.
Lebih jauh, ia berharap pengalaman yang diperolehnya dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk mulai mengenal isu energi dan melihat sektor tersebut sebagai salah satu bidang yang bisa dikembangkan.
“Semoga upaya efisiensi energi ini terus berjalan secara konsisten dan mampu menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk peduli serta terjun ke bidang energi,” pungkas Chandra.***(FK/FA)









