UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Memilih program studi bukan sekadar menentukan tempat kuliah, tetapi menentukan arah masa depan. Di tengah tingginya kebutuhan tenaga kesehatan profesional, Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung hadir sebagai salah satu pilihan yang kian diminati calon mahasiswa dari berbagai daerah, bahkan dari mancanegara.
Baru berusia satu dekade sejak berdiri pada 2016, UM Bandung menunjukkan perkembangan yang pesat. Kampus ini kini telah memiliki lima fakultas dengan 18 program sarjana, dua program magister, dan satu Prodi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA).
Pada 2024, UM Bandung meraih akreditasi "Baik Sekali" dari BAN-PT, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kampus swasta yang diperhitungkan di Jawa Barat.
Prodi Farmasi sendiri juga telah mengantongi akreditasi "Baik Sekali" dari LAM-PTKes, dan menjadi salah satu program studi yang konsisten menarik minat calon mahasiswa setiap tahunnya.
Ketua Prodi Farmasi UM Bandung Mutiara Imansari menjelaskan bahwa prodi ini terbuka bagi lulusan SMA atau Madrasah Aliyah jurusan IPA, maupun lulusan SMK Farmasi dan bidang kesehatan lainnya.
Di bangku kuliah, mahasiswa akan mempelajari berbagai disiplin ilmu yang menjadi fondasi dunia kefarmasian. Mulai dari kimia farmasi, kimia medisinal, farmakologi, farmasetika, teknologi farmasi, hingga farmasi klinis dan komunitas.
"Mahasiswa belajar bagaimana obat ditemukan, diformulasikan, diproduksi, didistribusikan, hingga digunakan secara efektif, aman, dan rasional oleh pasien. Tujuan akhirnya adalah memastikan obat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Mutiara, di kampus UM Bandung, Rabu (22/07/2026).
Ia menambahkan, lulusan Farmasi UM Bandung memiliki peluang karier yang sangat luas.
Selain menjadi apoteker atau tenaga kefarmasian di rumah sakit dan apotek, lulusan juga dapat berkarier di industri farmasi, industri kosmetik, industri pangan, laboratorium, lembaga penelitian, hingga instansi pemerintah seperti BPOM, Kemenkes, dan Dinas Kesehatan.
Bahkan, terbuka pula kesempatan untuk menjadi akademisi atau membangun usaha sendiri di bidang kesehatan.
Keunggulan lain dari Prodi Farmasi UM Bandung terletak pada kurikulum berbasis kompetensi yang didukung fasilitas pembelajaran modern dan dosen-dosen berpengalaman di bidangnya.
Proses pendidikan pun tidak berhenti pada aspek akademik semata, karena turut mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan, sehingga mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga farmasi yang kompeten, tetapi berintegritas, berkarakter, dan menjunjung tinggi etika profesi.
Pengalaman itu dirasakan langsung oleh Surya Khairul Rizky, mahasiswa Farmasi angkatan 2023.
Baginya, memilih UM Bandung menjadi salah satu keputusan terbaik dalam perjalanan pendidikannya.
"Kuliah di UM Bandung itu benar-benar keputusan yang tepat buat saya. Saya tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi pengalaman organisasi, lingkungan yang suportif, dan dosen-dosen yang selalu mendorong mahasiswa untuk berkembang," katanya.
Surya mengakui bahwa kuliah di Farmasi memiliki ritme yang cukup padat, dengan praktikum yang berlangsung tiga hingga empat kali setiap pekan, disertai penyusunan jurnal dan laporan praktikum yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Namun, suasana belajar yang kondusif membuat tantangan tersebut terasa lebih ringan.
"Prosesnya memang padat, tetapi karena suasananya suportif dan dosennya enak ngajarnya, jadi enggak berasa berat buat para mahasiswa," tuturnya.
Ia juga menilai kualitas laboratorium yang terus diperbarui setiap tahun menjadi nilai tambah tersendiri.
Hal itu membuat mahasiswa dapat belajar menggunakan fasilitas dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Didukung tata kelola laboratorium yang semakin profesional sehingga menciptakan lingkungan praktikum yang aman dan nyaman.
Surya optimistis prospek lulusan Farmasi akan semakin cerah seiring berkembangnya industri kesehatan di Indonesia.
Menurutnya, kebutuhan tenaga farmasi yang kompeten akan terus meningkat, baik di sektor pelayanan kesehatan, industri, penelitian, maupun pemerintahan.
"Kuliah Farmasi di UM Bandung bukan cuma memberikan bekal ilmu dan keterampilan. Namun, mempersiapkan kami agar siap bersaing dan berkontribusi secara profesional di dunia kesehatan," pungkasnya.
Dengan kombinasi kurikulum yang adaptif, dosen berpengalaman, fasilitas laboratorium modern, serta penguatan karakter melalui nilai-nilai Islam, Prodi Farmasi UM Bandung terus membuktikan diri sebagai ruang belajar yang tidak hanya melahirkan lulusan kompeten, tetapi siap menjawab kebutuhan dunia kesehatan.
Tak heran jika program studi ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi calon mahasiswa yang ingin meniti karier di bidang kefarmasian, dengan bekal akademik yang kuat dan pengalaman belajar yang menyenangkan.***(FA)









