UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kreativitas mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan.
Sebanyak 12 film pendek karya mahasiswa resmi dinyatakan lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia, menandai bahwa karya yang lahir dari ruang perkuliahan telah memenuhi standar untuk dipublikasikan secara luas.
Ketua Prodi KPI UM Bandung, Rahmat Alamsyah, mengatakan capaian tersebut bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi. Namun, menjadi pengakuan resmi atas kualitas karya mahasiswa.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan mutu produksi film di lingkungan Prodi KPI.
"Raihan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produksi film mahasiswa. Ketika karya sudah mendapat pengakuan dari lembaga resmi negara, standar yang kami bangun juga harus semakin tinggi," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Dua belas film yang lolos sensor merupakan karya mahasiswa angkatan 2022 dan 2023. Film-film tersebut ialah "Amor Fati", "Hanya Rindu", "Where's My Home", "Titik Nol", "Paradox", "Just a Smile", "Luruh", "Bunga Terakhir", "Karma", "Langkah di Tengah Badai", "OBSESSED", dan "Titik Koma".
Rahmat menilai keberhasilan tersebut lahir dari proses kreatif yang dijalani mahasiswa secara serius, mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, produksi, hingga pascaproduksi.
Budaya berkarya yang terus dibangun menjadi kekuatan Prodi KPI dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di industri kreatif.
Ke depan, Prodi KPI UM Bandung akan memperkuat ekosistem pembelajaran perfilman melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penambahan mata kuliah produksi film, serta perluasan kolaborasi dengan pelaku industri.
Fokus tersebut melengkapi kekhasan Prodi KPI UM Bandung dalam penguatan kompetensi di bidang film, jurnalistik, media, dan daipreneur.
Produktivitas menghasilkan film pendek kini telah menjadi budaya akademik di Prodi KPI UM Bandung.
Mahasiswa tidak hanya ditantang menyelesaikan tugas perkuliahan. Namun, didorong menghadirkan karya yang mengangkat persoalan sosial dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Salah satu karya yang mendapat perhatian ialah Where's My Home? garapan sutradara muda M Zaka Imam Hakim.
Film tersebut mengangkat isu perundungan di sekolah dan minimnya kehangatan keluarga melalui kisah seorang remaja yang kehilangan rasa memiliki tempat untuk pulang.
"Kami ingin menyampaikan bahwa rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang yang menghadirkan rasa aman, kasih sayang, dan tempat bagi anak untuk didengar. Harapannya, film ini membuka ruang diskusi dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu yang kami angkat," kata Zaka.
Sebelumnya, pada Rabu, 15 Juli 2026, Prodi KPI UM Bandung dan mahasiswa semua angkatan juga menggelar Cinematology 3.0 tahun 2026 di Bandung Creative Hub (BCH).
Kegiatan ini merupakan ajang screening dan pemutaran perdana film-film karya mahasiswa KPI UM Bandung angkatan 2023-2024.***(FA)









