Selamat Datang di

Fakultas Sains dan Teknologi

Berita Terkini

Himakom UM Bandung Hadirkan Festival Komunikasi yang Lebih Inovatif

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menggelar Communication Festival (Comfest) sebagai ajang kolaborasi, kreativitas, dan silaturahmi mahasiswa Ilmu Komunikasi se-Bandung Raya.

Acara ini berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, pada Kamis (02/07/2026).

Mengusung tema "Bersatu Bersama Komunikasi", Comfest menjadi transformasi dari kegiatan Ilkom Mencari Bakat (IMB). Tidak hanya menghadirkan kompetisi, festival ini memadukan unsur seni, kerohanian, dan pengembangan kapasitas mahasiswa.

Kegiatan ini melibatkan berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya, seperti Universitas Kristen Maranatha, Universitas Pasundan (Unpas), Telkom University (Tel-U), dan Universitas Kristen Indonesia (UKRI).

Ketua Pelaksana Comfest Rakha Mustafa mengatakan perubahan konsep tersebut bertujuan memperluas ruang kolaborasi antarmahasiswa Ilmu Komunikasi agar dapat saling mengenal, membangun jejaring, dan bertukar pengalaman.

"Kami berharap Comfest tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat diselenggarakan secara bergilir di berbagai kampus sehingga menjadi agenda kolaboratif mahasiswa Ilmu Komunikasi se-Bandung Raya," ujarnya.

Festival ini dimeriahkan dengan berbagai kompetisi dan pertunjukan seni, termasuk turnamen Mobile Legends yang diikuti mahasiswa lintas kampus.

Salah seorang mahasiswa UKRI yang berhasil meraih prestasi mengaku bangga atas pencapaiannya. "Prestasi akan datang jika sesuatu ditekuni dengan serius dan sungguh-sungguh," katanya.

Antusiasme peserta juga terlihat saat menyaksikan berbagai penampilan seni. Salah seorang pengunjung mengaku tertarik datang untuk menyaksikan penampilan Tricrikal dan grup band yang tampil.

"Penampilan Tricrikal menjadi bagian yang paling menarik bagi saya," ungkapnya seraya berharap Comfest dapat terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi.

Dukungan terhadap Comfest juga datang dari Wakil Presiden BEM UM Bandung Fajar Abidin yang menilai festival tersebut menjadi contoh kegiatan kemahasiswaan yang mampu memperkuat kolaborasi sekaligus menginspirasi organisasi mahasiswa lainnya.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi UM Bandung Agung Tirta Wibawa berharap Comfest dapat berkembang dari tingkat Bandung Raya menjadi agenda berskala nasional.

Menurutnya, festival ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, kompetensi, dan prestasi di bidang komunikasi serta digital.

"Comfest menjadi ajang silaturahmi sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat," tuturnya.

Senada dengan itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bandung Ijang Faisal menegaskan bahwa mahasiswa perlu belajar tidak hanya di ruang kelas.

Namun, bisa juga melalui pengalaman berorganisasi dan kegiatan kolaboratif yang mampu mengasah kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama.***(Bewara)

Selengkapnya

Marketing Masa Kini Bukan Sekadar Promosi, tetapi Penggerak Pertumbuhan Bisnis

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan prestasi akademik, tetapi harus membangun kompetensi yang relevan dengan tuntutan industri sejak di bangku kuliah.

Pesan tersebut disampaikan Indra Setya Pratama dalam materi "Navigasi Karier Marketing di FMCG Manufaktur" pada kegiatan Literasi Karier yang diselenggarakan Duta Literasi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Kamis (02/07/2026).

Indra mengatakan, peran marketing kini telah bergeser dari sekadar mempromosikan produk menjadi penggerak utama pertumbuhan bisnis, inovasi, hingga ekspansi perusahaan.

"Marketing tidak lagi hanya berfokus pada promosi produk, tetapi menjadi motor penggerak pertumbuhan perusahaan yang menghasilkan dampak nyata," ujarnya.

Menurutnya, industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) menghadapi perubahan besar akibat digitalisasi pasar, perubahan perilaku konsumen, dan persaingan yang semakin ketat.

Kondisi tersebut menuntut perusahaan memiliki talenta yang mampu berpikir strategis, menguasai data, serta cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ia menambahkan, marketer masa kini juga harus mampu menghubungkan kebutuhan konsumen dengan pengembangan produk dan proses produksi melalui kolaborasi bersama tim sales, supply chain, hingga research and development (R&D).

Dalam paparannya, Indra memperkenalkan tiga jalur karier utama di bidang marketing FMCG. Pertama, Brand-Centric Career yang berfokus pada pengembangan merek. 

Kedua, Digital & Data Career yang menitikberatkan pada analisis data dan pemanfaatan AI. Ketiga, Commercial & Growth Career yang berorientasi pada strategi bisnis dan pengembangan pasar.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kompetensi masa depan. Misal seperti kemampuan berpikir strategis, literasi digital dan data, memahami perilaku konsumen, kemampuan berkolaborasi lintas fungsi, adaptif terhadap perubahan, serta menerapkan praktik pemasaran yang etis dan berkelanjutan.

"Membangun karier tidak dimulai setelah wisuda, tetapi sejak masih menjadi mahasiswa. Setiap pengalaman organisasi, proyek, magang, hingga pengembangan keterampilan merupakan investasi untuk menjadi profesional yang siap bersaing," tegasnya.

Indra mendorong mahasiswa aktif mengikuti proyek nyata, menguasai berbagai perangkat digital, dan mengambil sertifikasi profesional untuk meningkatkan daya saing.

Menurutnya, marketing FMCG bukan sekadar profesi menjual produk, melainkan jalur menuju kepemimpinan bisnis yang mampu menghadirkan inovasi dan membawa perusahaan tumbuh secara berkelanjutan.

Dengan bekal kompetensi yang tepat, generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat regional maupun global.***

Selengkapnya

Tak Sekadar Asal Penciptaan, Dosen UM Bandung Kupas Makna Mendalam Tanah dalam Al-Qur'an

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Al-Qur'an menyebut manusia diciptakan dari tanah. Namun, penyebutan "tanah" dalam kitab suci itu tidak menggunakan satu istilah saja.

Beragam kata yang digunakan mengandung makna filosofis, psikologis, sosial, dan spiritual yang menggambarkan perjalanan hidup manusia sejak diciptakan hingga menjalani kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sekaligus Ketua DKM Masjid Raya Mujahidin PWM Jawa Barat Ihsan Imaduddin dalam kajian Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat bertajuk "Menyelami Variasi Kata Tanah sebagai Bahan Pencipta Manusia dalam Al-Qur'an", Selasa lalu.

Menurut Ihsan, Al-Qur'an tidak sekadar menjelaskan asal-usul biologis manusia, tetapi juga menghadirkan pelajaran mendalam tentang pembentukan karakter, relasi sosial, hingga tujuan hidup manusia.

Hal itu tergambar melalui berbagai istilah yang digunakan Al-Qur'an untuk menyebut tanah.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS Al-Mu'minin ayat 12, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah."

Menurutnya, setiap istilah memiliki pesan yang berbeda dan saling melengkapi dalam menjelaskan hakikat penciptaan manusia.

"Penggunaan berbagai istilah tanah dalam Al-Qur'an bukan sekadar variasi bahasa. Setiap kata menggambarkan karakter, tahapan pembentukan manusia, sekaligus proses perjalanan hidupnya," ujar Ihsan.

Ia menjelaskan, istilah thin atau tanah liat sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Isra ayat 61 menggambarkan fase awal kehidupan manusia yang masih lentur dan mudah dibentuk.

Fase ini menjadi simbol fitrah manusia yang suci serta pentingnya pendidikan dan lingkungan yang baik dalam membentuk karakter.

Sementara itu, thin lazib atau tanah liat yang lengket dalam QS Ash-Shaffat ayat 11 mengajarkan pentingnya ikatan sosial melalui kasih sayang, persaudaraan, dan gotong royong.

Namun, manusia juga diingatkan agar tidak terlalu melekat pada kenikmatan dunia hingga melupakan tujuan hidup yang hakiki.

Istilah sulalah yang berarti sari pati atau esensi terbaik dari tanah dalam QS Al-Mu'minin ayat 12 menunjukkan bahwa setiap manusia dianugerahi potensi terbaik oleh Allah SWT.

Potensi tersebut harus dikembangkan melalui ilmu, amal saleh, dan akhlak mulia agar memberi manfaat bagi sesama.

Adapun shalshal, yaitu tanah kering seperti tembikar yang disebut dalam QS Ar-Rahman ayat 14, melambangkan fase kedewasaan.

Pada tahap ini manusia dituntut memiliki prinsip hidup yang kuat, tetapi tetap terbuka terhadap nasihat dan perubahan menuju kebaikan.

Sementara turaab atau pasir dalam QS Ar-Rum ayat 20 mengingatkan bahwa manusia berasal dari sesuatu yang sederhana dan pada akhirnya akan kembali menjadi tanah.

Kesadaran tersebut menjadi landasan lahirnya sikap tawadu serta menjauhkan manusia dari kesombongan.

Makna yang tak kalah mendalam terdapat pada istilah hama'in masnun, yakni tanah hitam yang telah dibentuk sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Hijr ayat 26.

Menurut Ihsan, istilah ini menggambarkan proses pembentukan karakter melalui berbagai pengalaman hidup, termasuk kegagalan, luka, dan ujian.

"Apabila disikapi dengan benar, setiap ujian justru menjadi sarana pendewasaan yang membentuk pribadi lebih tangguh, arif, dan dekat kepada Allah SWT," jelasnya.

Ihsan menegaskan bahwa manusia merupakan makhluk yang utuh dengan dimensi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang saling berkaitan.

Oleh karena itu, memahami asal-usul penciptaan manusia tidak cukup berhenti pada aspek tekstual, melainkan harus melahirkan kesadaran untuk menjaga kelembutan hati, memperkuat hubungan sosial, mengembangkan potensi diri, serta menjadikan setiap pengalaman hidup sebagai jalan mendekat kepada Allah SWT.

Ia pun mengajak umat Islam untuk menggali kekayaan makna Al-Qur'an secara lebih mendalam.

Menurutnya, enam variasi kata "tanah" bukan hanya menunjukkan keindahan bahasa Al-Qur'an, tetapi menjadi peta perjalanan manusia.

Mulai dari fitrah yang suci, membangun kepedulian sosial, mengembangkan potensi, menempa kedewasaan, menjaga kerendahan hati, hingga menjadikan setiap ujian sebagai proses pembentukan karakter.

"Memahami Al-Qur'an tidak cukup hanya pada makna harfiahnya, tetapi perlu menggali hikmah yang mampu membentuk manusia menjadi pribadi yang beriman, berilmu, rendah hati, serta senantiasa memberikan manfaat bagi sesama," pungkasnya.***(HMA)

Selengkapnya

Tentang Kami

Sains dan Teknologi yang berkarakter Islamic Technopreneurial.

Menjadi Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung dengan predikat sangat baik dalam pengembangan Sains, Teknologi, dan Entrepreneurial yang berbasis integrasi bidang keilmuan dengan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan

Fakultas Sains dan Teknologi dibarisi oleh tenaga pengajar/ dosen yang profisional, berkompenten tinggi dan berpengalaman Nasional dan Internasional. Sistem penyelengggaraan pendidikan di Fakultas Sains dan Teknologi berlandaskan pada Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengandian Kepada Masyarakat dan Al-Islam – Kemuhammadiyahan yang diselenggarakan secara profisional, transparan dan akuntabel yang menjamin terpeliharanya lingkungan kerja yang islami, sehat, aman, tenang dan damai.

Sambutan Dekan

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Selamat datang di website resmi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung). Website ini kami hadirkan sebagai pintu informasi, komunikasi, dan kolaborasi antara fakultas dengan mahasiswa, dosen, alumni, mitra industri, serta masyarakat luas.

Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung berkomitmen menjadi fakultas yang Unggul, Islami, dan berdaya saing global di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Kami menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan, dengan fokus pada 4 pilar utama (Caturdharma):

  • 1
    Pendidikan Berkualitas

    Kami menghadirkan kurikulum yang adaptif, berbasis riset dan Outcome Based Education (OBE). Didukung dosen yang kompeten, laboratorium handal, serta kerjasama dengan industri dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, kami menyiapkan lulusan yang siap menjawab tantangan kedepan.

  • 2
    Riset dan Inovasi

    Fakultas mendorong civitas akademika untuk menghasilkan karya inovasi, riset, paten, hilirisasi dan komersialisasi, serta solusi teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat. Peta jalan riset dari mulai kecerdasan buatan, bioteknologi, teknologi pangan, teknik industri, teknik elektro, teknik informatika, agribisnis, hingga data sains; kami ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa.

  • 3
    Pengabdian dan Kolaborasi

    Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kami aktif dalam pengabdian masyarakat berdasarkan hasil-hasil riset melalui program berbasis teknologi tepat guna, pemberdayaan UMKM digital, dan literasi sains untuk sekolah. Kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan komunitas menjadi kunci kami.

  • 4
    Internalisasi Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)

    Kami mewujudkan integrasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan pada bidang pendidikan, penelitian/riset, pengabdian kepada masyarakat, serta dalam hal tata kelola fakultas.

Kepada calon mahasiswa, bergabunglah bersama kami untuk menuntut ilmu, berkarya, dan membangun masa depan. Kepada mitra dan alumni, mari terus bersinergi mengembangkan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Kami menyadari bahwa perjalanan menuju fakultas yang unggul membutuhkan dukungan, saran, dan doa dari semua pihak. Semoga website ini bermanfaat dan menjadi jembatan silaturahmi kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Muhammadiyah Bandung

Dr. Ir. Arief Yunan, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Sains dan Teknologi

Visi

"Menjadikan Fakultas Sains dan Teknologi yang unggul dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sains, teknologi dan entrepreneurship melalui penguatan kelembagaan dan penyelenggaraan caturdharma yang bermutu tinggi".

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki keunggulan inovasi dan berjiwa entrepreneur.
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan sains dan teknologi, dan seni serta peningkatan
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pendidikan dan pembelajaran, berdasarkan hasil-hasil penelitian.
  4. Menyelenggarakan pembinaan dalam internalisasi dan penguatan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Tujuan

Berdasarkan visi dan misi FST UM Bandung, maka dirumuskanlah tujuan sebagai berikut :

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing global di bidang sains dan teknologi serta entrepreneurial yang berkarakter islami.
  2. Menghasilkan produktifitas penelitian yang berkualitas dan publikasi yang bereputasi di tingkat nasional dan internasional pada bidang sains, teknologi dan entrepreneurial
  3. Mewujudkan tata kelola kelembagaan Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung sebagai lembaga pelayan pendidikan yang berkualitas, terintegrasi, relevan dan transparan.
  4. Memperluas dan meningkatkan serta menghasilkan kerjasama akademika yang memiliki kepedulian terhadap berbagai permasalahan yang berkembang di masyarakat sesuai kearifan lokal dan spiritual.

Penjaminan Mutu

Gugus Penjaminan Mutu (GPM)

Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung berkomitmen untuk mengendalikan, mengevaluasi, dan meningkatkan mutu akademik di tingkat fakultas secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan bermutu tinggi.

Program Studi

Fakultas Sains dan Teknologi (SainTek) adalah salah satu dari 4 (empat) fakultas yang ada di UMBandung, dan Fakultas SainTek mempunyai 6 (enam) Program Studi

Teknik Elektro

Membuka Cakrawala Teknologi Masa Depan Bagi Technopreneur Unggulan Bangsa

Selengkapnya »

Teknik Informatika

Mewujudkan Software Engineer Terbaik Dengan Solusi-Solusi Aplikatif Bagi Indonesia.

Selengkapnya »

Teknik Industri

Menghasilkan Industrial Engineer Yang Fleksibel Dan Dinamis

Selengkapnya »

Teknologi Pangan

Membangun Teknopreneur Halal Yang Profesional, Kompetitif & Mandiri Untuk Ketahanan Pangan Nasional.

Selengkapnya »

Bioteknologi

Bioteknologi Untuk Kemaslahatan Umat

Selengkapnya »

Agribisnis

Membangun Wirausaha Muda Bidang Agribisnis Yang Kompeten, Profesional, Kontributif.

Selengkapnya »